Cegah Putus Sekolah, Pemkot Cilegon Salurkan Beasiswa untuk 519 Siswa Kurang Mampu

CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) beasiswa bagi ratusan anak-anak dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di jenjang SD/MI/MDTA/SLB serta SMP/MTS/SKH swasta, Selasa (02/12/2025).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang telah berjalan selama lima tahun.
“Ini merupakan program rutin setiap tahun dari Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.
Pada tahun ini, jumlah penerima manfaat untuk jenjang SD sederajat mencapai 179 siswa. Kelompok tersebut meliputi pelajar MDTA, Madrasah Ibtidaiyah, SD swasta, hingga siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) atau Sekolah Khusus (SKH). Total bantuan yang disalurkan untuk jenjang ini mencapai Rp117.600.000.
Selain jenjang SD, bantuan juga diberikan kepada siswa jenjang SMP sederajat.
Heni menyebutkan bahwa SMP swasta, SMP LB atau SKH, serta Madrasah Tsanawiyah (MTS) swasta turut menjadi penerima
“Jumlah penerimanya adalah 340 siswa dengan total bantuan sebesar Rp367.200.000,” kata Heni.

Meski demikian, Heni mengakui bahwa jumlah penerima tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Dirinya berharap proses penyaluran tahun depan dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan.
“Tahun depan mudah-mudahan bisa bertambah, ini sedang verifikasi,” ujarnya.
Walaupun jumlah penerima menurun, nilai bantuan yang diterima siswa tahun ini disebut mengalami peningkatan.
Menurut Heni, sejak awal pelaksanaan hingga kini, mekanisme penetapan penerima mengalami beberapa penyesuaian, termasuk penggunaan basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
“Karena dulu kan pakai SKTM, sekarang ada DTKS dari Dinas Sosial,” jelasnya.
Proses pengajuan bantuan dilakukan melalui sekolah masing-masing dan diverifikasi melalui aplikasi bansos serta harus memenuhi persyaratan administratif, termasuk tercantum dalam DTKS.
“Ini kan yang mengusulkan sekolah-sekolah melalui aplikasi bansos, dan itu tentu saja sudah diverifikasi,” tutup Heni.***


