Chandra Asri Berencana Terbitkan Saham Baru di Triwulan III/2017

JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk berencana melakukan penambahan modal dengan menerbitkan saham baru atau rights issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk keperluan belanja modal perseroan.

Presiden Direktur Perseroan, Erwin Ciputra mengatakan, dana tersebut nantinya direncanakan untuk belanja modal perseroan jangka menengah sebagai upaya menambah kapasitas produksi dan diversifikasi portofolio produk.

“Perolehan dana untuk kelanjutan pengembangan perseroan sebagai perusahaan petrokimia dan meningkatkan likuiditas perdagangan,” ujar Erwin, Jakarta, Jumat (24/3/2017) kemarin.

Untuk menjalankan aksi korporasi tersebut, Chandra Asri akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 2 Mei 2017 dan menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (0JK).

“Penambahan modal tersebut diharapkan akan diselesaikan pada triwulan ketiga tahun 2017. Syarat dan ketentuan, termasuk harga penawaran saham serta jumlah saham akhir ditawarkan akan diumumkan perseroan pada saat yang ditentukan,” tuturnya.

Penambahan modal dengan skema rights issue ini juga dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang jumlah saham publik minimal 7,5 persen.

“Menonjolkan perseroan di mata investor Indonesia dan luar negeri serta meningkatkan akses terhadap pasar modal domestik dan internasional,” jelasnya.

Berdasarkan prospektus awal yang dirilis perseroan, manajemen berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 280 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000 per lembar.

Saat ini, PT Barito Pacific Tbk menguasai kepemilikan saham dengan mengempit 45,04 persen. Disusul SCG Chemicals Company Limited 30,57 persen, Magna Resources Corporation Pte. Ltd 15,02 persen, dan Marigold Resources Pte. Ltd. 5,15 persen. Sementara publik hanya menggenggam 4,22 persen saham. (*)

Sumber: cnnindonesia.com

Honda