Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cilegon Bakal Digitalisasi Arsip Kuno

 

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) berkomitmen untuk menyimpan dan menyelamatkan naskah kuno yang ada di Kota Cilegon.

Hal itu dikatakan Kepala DPK Kota Cilegon Ismatullah Syihabudin saat kegiatan Sosialisasi Pentingnya Keberadaan Naskah Kuno atau Manuskrip di Kota Cilegon, di Aula DPK Kota Cilegon, Selasa 25 Juni 2024.

“Selama Kota Cilegon berdiri penyelamatan naskah kuno belum pernah dilakukan. Untuk itu kami mengambil inisiatif untuk melakukan kegiatan ini supaya apabila ada naskah-naskah kuno yang ada di Kota Cilegon terselamatkan dan dapat dipublikasikan,” kata Ismatullah.

Ismatullah menyampaikan pentingnya naskah kuno dari seluruh obyek bersejarah di Kota Cilegon yang harus mulai dikumpulkan agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.

“Semua ini harus terekam di DPK Kota Cilegon. Namun ternyata sementara ini kita belum terlaksanakan selain keterbatasan anggaran juga ternyata tupoksi ini belum terlaksana di Kota Cilegon,” ucapnya.

Loading...

Pihaknya berencana akan melakukan digitalisasi seluruh naskah kuno yang terkumpul, yang nantinya bisa digunakan sebagai ilmu pengetahuan dan literatur tentang rekam sejarah daerah bagi pelajar dan masyarakat di masa mendatang.

“Semoga ini menjadi bahan pemerintahan daerah melalui kepemimpinan Wali Kota sekarang dapat terpublikasi terdokumentasi rapih sehingga dinikmati oleh generasi muda yang akan datang,” ujarnya.

Untuk itu, dalam upaya untuk meningkatkan minat masyarakat khususnya terhadap manuskrip kuno tersebut, ia menambahkan, perlu berbagai upaya sosialisasi.

“Di tahun 2024 ini akan membrainstorming masyarakat dan di sinilah tempat yang aman untuk menitipkan nanti akan kita publikasikan, kita lestarikan, kita digitalisasi bila perlu diterjemahkan, nanti kita publikasi dalam bentuk buku sehingga nanti mudah dibaca,” ungkapnya.

Dikatakan, arsip kuno atau manuskrip adalah semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau diperbanyak dengan cara lain, baik yang berada di dalam maupun luar negeri yang berumur sekurang-kurangnya 50 tahun. “Dan yang pasti manuskrip itu mempunyai arti penting bagi kebudayaan nasional, sejarah, dan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Maman Mauludin mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) untuk melestarikan naskah kuno yang ada di Kota Cilegon.

DPRD Pandeglang

“Artinya manuskrip mana saja yang bisa menjadi sumbangan ke bangsa dan negara. arsip kan di yang lain-lain sudah tertata dengan baik, baik itu administrasi pemerintahan,” tuturnya.(*/Red)

Koperasi
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien