Duka di Balik Gelombang Kedua: 3 Calon Jemaah Haji Lebak Wafat, 1 Sakit Parah Jelang Keberangkatan 2026
LEBAK – Di tengah persiapan keberangkatan ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Lebak, kabar duka turut menyelimuti musim haji tahun ini.
Dari total 745 jemaah yang dijadwalkan berangkat pada gelombang kedua, tercatat tiga orang meninggal dunia sebelum sempat menunaikan perjalanan ke Tanah Suci.
Keberangkatan yang dijadwalkan pada 15 dan 17 Mei 2026.
Selain yang wafat, satu calon jemaah lainnya dilaporkan dalam kondisi sakit parah sehingga berpotensi tidak dapat diberangkatkan bersama rombongan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan ibadah haji bukan hanya soal kesiapan administrasi dan fisik, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi kesehatan yang tidak selalu dapat diprediksi.
Kepala penyelenggara haji di Kabupaten Lebak, Halimatussakdiah mengatakan, dari jumlah 745 ada 3 jemaah yang meninggal dunia sebelum keberangkatan.
Ia menyebut, sesuai mekanisme yang berlaku, kuota yang ditinggalkan oleh jemaah wafat maupun yang tidak mampu berangkat karena sakit biasanya akan dialihkan melalui sistem pelimpahan kepada pihak keluarga atau ahli waris.
“Untuk jemaah yang meninggal atau tidak memungkinkan berangkat karena sakit berat, akan diproses pelimpahan sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya.
Meski demikian, secara keseluruhan jadwal keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana. Sebanyak 745 jemaah asal Lebak masih tercatat dalam manifest gelombang kedua yang menjadi bagian dari pemberangkatan haji nasional tahun ini.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah haru dari keluarga yang harus mengikhlaskan kepergian orang tercinta sebelum sempat menunaikan rukun Islam kelima.
Ada pula harapan dari keluarga jemaah yang sakit agar diberikan kesembuhan, meski peluang keberangkatan semakin kecil.
Momentum ini sekaligus menjadi refleksi bagi para calon jemaah lainnya untuk menjaga kondisi kesehatan secara maksimal menjelang keberangkatan.
Pemeriksaan kesehatan, pola makan, hingga kesiapan fisik menjadi faktor penting agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.
Keberangkatan pada pertengahan Mei nanti dipastikan tetap berlangsung, namun nuansanya tak hanya dipenuhi harapan dan doa, melainkan juga duka yang menyertai perjalanan spiritual para tamu Allah dari Lebak tahun ini. (*/Sahrul).


