FPRB Cilegon Dorong Peran Perempuan Perkuat Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana

CILEGON — Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Cilegon mendorong peningkatan peran perempuan dalam upaya penanggulangan bencana melalui kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perempuan Tangguh Bencana yang digelar di Aula Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Selasa (4/8/2026).
Ketua FPRB Kota Cilegon, Hasbi Sidik, mengatakan perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari fase prabencana, saat tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
“Peran tersebut dapat dijalankan dalam setiap tahapan manajemen penanggulangan bencana, mulai dari prabencana, pada saat tanggap darurat, hingga pada masa pascabencana,” kata Hasbi.
Menurutnya, Perempuan Tangguh Bencana harus dibekali pengetahuan mengenai kebencanaan, kondisi lingkungan dan ekosistem lokal, keterampilan, jaringan sosial, serta kemampuan berorganisasi di tengah masyarakat.
“Dengan bekal tersebut, Perempuan Tangguh Bencana dapat membantu masyarakat mengurangi risiko bencana, merespons kondisi darurat secara efektif, serta berperan dalam proses pemulihan sehingga masyarakat menjadi lebih tangguh menghadapi dampak bencana,” ujarnya.
Ia mengatakan, program Perempuan Tangguh Bencana di Kota Cilegon menjadi yang pertama dibentuk di Provinsi Banten.

“Perempuan Tangguh Bencana ini baru ada di Kota Cilegon dan menjadi yang pertama di Banten. Saya berharap seluruh peserta dapat menyimak materi dari para narasumber, kemudian menerapkannya di lingkungan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Camat Pulomerak Ade Haero Sanjaya mengapresiasi FPRB Kota Cilegon yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi dan pengurangan risiko bencana di wilayahnya.
“Kami mengapresiasi FPRB Kota Cilegon yang telah membantu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui kegiatan ini. Selain pelatihan, kami juga menerima berbagai peralatan kebencanaan seperti gergaji mesin (chainsaw), handy talky (HT), tas emergency kit, dan perlengkapan pendukung lainnya,” ujar Ade.
Ia menjelaskan Kecamatan Pulomerak memiliki karakteristik wilayah dengan berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun bencana akibat aktivitas industri dan teknologi.
Karena itu, keberadaan Perempuan Tangguh Bencana diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Pulomerak merupakan pintu gerbang Kota Cilegon yang terus berkembang. Seiring meningkatnya aktivitas dan pembangunan, kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana menjadi hal yang sangat penting. Kehadiran Perempuan Tangguh Bencana diharapkan dapat membantu upaya mitigasi di tengah masyarakat,” katanya.***


