Gandeng Villa Ternak Cikerai, PT Chandra Asri Berdayakan Ekonomi Masyarakat dengan Pelatihan Beternak Domba

CILEGON – PT Chandra Asri Petrochemical (CAP) sejak Desember 2021 hingga Oktober 2022 ini sukses menjalankan program pelatihan dan pendampingan kepada kelompok masyarakat dalam bidang budidaya peternakan domba di wilayah Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.

Kelompok masyarakat (POKMAS) diberikan pelatihan, pendampingan, hingga bantuan bibit domba untuk budidaya dengan konsep peternakan modern dan berwawasan lingkungan.

Dalam program ini, PT Chandra Asri bekerjasama dengan Yayasan Villa Ternak Cikerai, entitas usaha yang beberapa tahun terakhir ini dikenal sukses mengelola peternakan dan pertanian terintegrasi di wilayah Cikerai, Kota Cilegon.

Peserta yang mengikuti program ini berjumlah 46 orang dari 4 POKMAS yang berasal dari wilayah ring 1 perusahaan, yakni Kelurahan Gunungsugih Kota Cilegon, Desa Anyer, Desa Kosambironyok dan Desa Grogol Indah, Kabupaten Serang.

Peserta Pelatihan dari POKMAS Desa Anyar, Kabupaten Serang / Dok

“Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi, khususnya bagi masyarakat sekitar perusahaan,” ungkap Wawan Mulyana, Manajer Corporate Social Responsibility PT Chandra Asri, Rabu (5/10/2022).

Dikatakan Wawan, bahwa PT Chandra Asri menyadari pentingnya menciptakan peluang kemandirian ekonomi berkelanjutan dari potensi yang ada di masyarakat sendiri.

“Perencanaan program ternak mandiri ini bertujuan untuk melatih masyarakat terkait cara beternak domba, dan memanfaatkan peluang untuk pengembangan ekonomi,” tuturnya.

Setelah melalui pembinaan dan peserta dinilai memiliki kapasitas pengetahuan yang baik tentang ternak, bantuan bibit 100 ekor domba akan diberikan untuk pengembangbiakan oleh POKMAS di masing-masing desa.

Dijelaskan Wawan, dari program ini sudah ada 2 POKMAS Peternak Domba yang dikukuhkan dan telah memulai usaha peternakannya.

“Para peserta yang terbagi dalam 4 wilayah tersebut kini sudah menjadi POKMAS Peternak Domba, dan sudah ada dua POKMAS yang dikukuhkan yaitu di Kelurahan Gunungsugih dan Desa Kosambironyok. Sedangkan untuk POKMAS di Desa Anyer dan Grogol Indah sedang dalam proses pengajuan,” katanya.

Wawan juga berharap POKMAS tersebut bisa lebih mendapat perhatian dan pembinaan dari pemerintah, sehingga mempermudah mendapatkan akses pendampingan, permodalan, dan pemasaran produk peternakannya.

“Kedepan masing-masing POKMAS ini tidak selalu bergantung kepada perusahaan, sehingga terwujud sustainability dari program ini,” pungkas Wawan.

Di tempat terpisah, Owner Villa Ternak Cikerai, Harry Bowo, menjelaskan bahwa selama masa pelatihan dan pembinaan 10 bulan ini, peserta sudah diberikan pemahaman dan mempraktikkan langsung metode dan teknologi peternakan.

Yakni mulai dari pengetahuan tentang hewan domba, bagaimana cara membuat pakan ternak, bagaimana mengurus hewan ternak, dan lain-lainnya sampai tahap pengolahan limbah ternak.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bowo ini mengatakan, pihaknya bakal terus melakukan pendampingan selama 5 tahun kedepan. Hal itu dilakukan guna memastikan POKMAS Peternak Domba tersebut telah mandiri dan mampu survive dalam pemberdayaan ekonominya.

Villa Ternak Cikerai juga melibatkan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pendampingan kepada peserta secara intensif.

Dikatakan Bowo, saat ini peserta sudah membuat lahan penanaman rumput pakan ternak di wilayah masing-masing untuk mempersiapkan saat distribusi domba.

“Kalau nanti hasil ternak peserta ini dombanya bagus, maka Villa Ternak sebagai pendamping akan membeli hasil ternaknya mereka,” ujar Bowo.

Villa Ternak Cikerai sendiri saat ini dikenal sebagai entitas usaha yang mengelola eduwisata peternakan, pakan ternak, layanan aqiqah, penyediaan hewan qurban, penyedia pupuk organik, dan pemasaran produk pertanian organik. (*/Adv)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien