IAC Masuki Tahap Asesmen Lapangan, Yayasan Al-I’anah Jangkar Perkuat Pendidikan Tinggi di Cilegon
CILEGON – Yayasan Pendidikan Al-I’anah Jangkar menapaki langkah strategis dalam memperkuat pendidikan tinggi di Kota Cilegon.
Pendirian Institut Al-I’anah Cilegon (IAC) kini memasuki tahap krusial melalui asesmen lapangan yang digelar di Komplek Pendidikan Madrasah Al-I’anah, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Kementerian Agama RI, di antaranya Kasubdit Kelembagaan dan Kerja Sama, Dr. Asro’i, M.Pd., serta dua asesor, yakni Prof. Dr. Bambang Qomaruzzaman, M.Ag. dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Prof. Dr. Wasehudin, M.Si. dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Ketua Yayasan Pendidikan Al-I’anah Jangkar, Dr. M. Rifki Hasun, M.Pd., M.Pd.I., menegaskan kesiapan pihaknya dalam menghadirkan institusi pendidikan tinggi yang berkualitas melalui IAC.
“Kami sangat berharap proses asesmen lapangan ini berjalan lancar. Pendirian IAC merupakan ikhtiar kami dalam menyediakan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Rifki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menjelaskan, IAC direncanakan membuka empat program studi strategis, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Manajemen Haji dan Umrah (MHU), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).
Sementara itu, Prof. Bambang Qomaruzzaman menyoroti pentingnya peningkatan akses pendidikan tinggi di Provinsi Banten yang masih memiliki angka partisipasi kasar (APK) relatif rendah.
Di sisi lain, Prof. Wasehudin menegaskan pentingnya komitmen calon dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara utuh.
“Dosen nantinya tidak hanya sekadar mengajar di dalam kelas. Saudara sekalian dituntut aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta produktif menulis karya ilmiah di jurnal terindeks seperti Sinta maupun Scopus,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut berjalan khidmat dan lancar.
Sejumlah tokoh turut hadir memberikan dukungan, di antaranya KH. Muhaimin Hasun, KH. Sulthon Hasun, KH. Nawawi Sahim, serta para akademisi dari berbagai institusi.
Momentum asesmen ini menjadi penanda kuat bahwa kehadiran Institut Al-I’anah Cilegon semakin dekat, dengan harapan mampu mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di Kota Cilegon. (*/Ali)


