IGD Penuh Oleh Pasien Covid-19, RSUD Cilegon Ambil Langkah Ini

CILEGON – Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh oleh pasien positif Covid-19, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon mendirikan tenda khusus darurat. Dimana, tenda tersebut akan digunakan untuk menampung pasien yang belum bisa masuk ruangan.

Plt Direktur RSUD Cilegon Ujang Iing mengatakan, jauh sebelum ini pihaknya juga sudah mempersiapkan pelayanan umum diluar pasien Covid-1, yang terdapat di lantai II rumah sakit pada Senin-Sabtu.

“Makanya hari ini atas perintah pimpinan, kita akan buka IGD yang melayani non covid,” kata Plt Direktur, Jum’at (23/07/2021).

Iing mengaku, akan menyegerakan pelayanan medis di IGD non Covid-19, tersebut untuk dapat diakses publik. Selain kendala dokter dan nakes, tenda darurat juga membutuhkan banyak peralatan.

Diantaranya, bed pasien sebanyak 6 bed, ozymeter sebanyak 3, manometer 02 transport 9, tabung 02 sebanyak 15, hepa filter 3, tiang infus sebanyak 8 dan hepa filter fortable sebanyak 3 unit.

“Dari kebutuhan peralatan yang kami butuhkan ini sebagian ada bantuan dari para donatur. Dan kami menyambut baik adanya bantuan tersebut, Alhamdullilah hari ini sdh ada donatur yang telah mendonasikan Pallet dari PT Nippon Shokubai Indonesia, Papan HPL dari PT Sentra Usahatama Jaya dan AC 2 unit dari H. Hamid Ciwandan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Umum pada RSUD Cilegon Faruk Oktavian membenarkan jika tenda darurat BPBD di rumah sakit telah didirikan, sebanyak 1 tenda. Hal ini disebabkan, ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) penuh oleh pasien status positif.

“Untuk pasien tidak positif justru masuk dalam jalur pasien positif. Jadi, kita dirikan tenda tersebut untuk pasien non covid-19,” kata Faruk saat dihubungi awak media.

Ia menjelaskan, hal ini merupakan arahan pimpinan (Walikota Cilegon) dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kota Cilegon, dimana tenda darurat dapat menampung 6 orang pasien.

Lebih lanjut, hingga saat ini, pihaknya masih mencari solusi terkait tenaga kesehatan yang melayani pasien non covid-19 di tenda tersebut. Karena puluhan nakes di RSUD terpapar Covid-19.

“Kebutuhan tim medis untuk tenda darurat ini 17 orang perawat, sampai saat ini kan 48 nakes dan dokter di rumah sakit menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terserang covid-19. Nah itu yang sedang kami (RSUD) pikirkan sekarang, bagaimana bisa menempatkan para nakes dan dokter di tenda darurat ini. Karena, kita buka pendaftaran relawan nakes,” pungkasnya. (*/A.Laksono).