Kasus Proyek Maut di Pelabuhan Merak, ini Kata Disnaker Banten

CILEGON – Penyidik Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten menemukan indikasi kelalaian dalam kasus 3 pekerja jatuh saat proses pengecoran dermaga 4 Pelabuhan Merak. Disnakertrans Banten juga menemukan lemahnya pengawasan.

“Kelalaian udah pasti ada, baik dari unsur PT konsultan yang ditunjuk oleh ASDP sebagai pengawas pekerjaan pembangunan site ramp dermaga 4, kan ada fungsi sebagai kontrol mengawasi, termasuk alat-alat, bahan kan dia,” kata penyidik Disnakertrans Banten Rachmatullah saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (2/9/2021).

Rachmatullah mengatakan penyidik menemukan alat-alat proyek tanpa lisensi. Untuk itu, dia mempertanyakan perusahaan konsultan yang bertugas mengawasi pekerjaan di Pelabuhan Merak itu.

“Nah, itu kan persoalannya alat tanpa lisensi, termasuk kenapa bisa lolos, kalau sebagai konsultan mestinya nggak lolos itu,” ujarnya.

Rachmatullah melanjutkan kelalaian berikutnya adalah bucket yang digunakan untuk mengecor diperuntukkan bagi 2 orang. Namun saat kejadian, bucket itu diisi 3 pekerja.

“Baru kelalaian itu menyebabkan kesalahan dari PT Hydropower Technology perusahaan yang mengerjakan. Dia memaksakan untuk mempekerjakan operator yang mestinya 2 orang tapi yang naik 3. Itu sebuah unsur kesengajaan yang salah,” ujarnya.

Kasus proyek maut ini menelan 1 korban jiwa dan 2 pekerja proyek luka-luka hingga dirawat di rumah sakit. Selain diselidiki oleh Disnaker, kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian.

Seorang pekerja terjatuh hingga tewas saat mengerjakan proyek pengecoran di Pelabuhan Merak. Polisi memeriksa 4 rekan kerja korban. (*/Detik)

Demokrat
Royal Juli