Wisata Anyer

Ledakan PT MCCI Cilegon; IMC Sebut Bukan Lagi Kesalahan Teknis, Melainkan Kelalaian

CILEGON – Insiden ledakan yang terjadi di area operasional PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Senin (25/5/2026), kembali memicu kekhawatiran masyarakat Kota Cilegon.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.15 WIB itu menimbulkan suara dentuman keras yang terdengar hingga ke sejumlah wilayah di sekitar kawasan industri.

Ledakan tersebut membuat warga sekitar panik. Getaran yang ditimbulkan dari kejadian itu juga memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat yang selama ini tinggal berdampingan dengan aktivitas industri di Kota Cilegon.

Peristiwa tersebut turut mendapat sorotan dari Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC).

Organisasi mahasiswa kedaerahan itu menilai insiden yang kembali terjadi di lingkungan industri tidak dapat dianggap sebagai persoalan teknis semata.

Ketua Umum IMC Ahmad Maki menyatakan, kejadian tersebut menyangkut aspek keselamatan masyarakat serta ketenangan warga yang berada di sekitar kawasan industri.

Menurutnya, perusahaan harus menjadikan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.

“Lagi dan lagi masyarakat terkena dampak dari kecerobohan industri, yang seharusnya memperhatikan keselamatan kerja atau K3,” kata Maki.

Ia juga menyoroti pentingnya fungsi pengawasan lingkungan yang dinilai harus berjalan secara optimal guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Serta lemahnya fungsi pengawasan lingkungan. Ini bukan lagi kesalahan teknis melainkan kelalaian nyata,” ujar Maki.

IMC menilai insiden tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, terutama instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan industri dan lingkungan hidup.

Karena itu, IMC mendesak agar dilakukan investigasi secara menyeluruh terhadap penyebab kejadian serta dampak yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

Selain investigasi, organisasi tersebut juga meminta adanya evaluasi tegas terhadap perizinan dan sistem pengawasan perusahaan untuk memastikan standar keselamatan dijalankan secara konsisten.

Maki menilai kejadian yang berulang menunjukkan perlunya langkah korektif yang lebih serius agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi pihak yang terdampak.

“Dalam rentang waktu 5 tahun perusahaan ini telah mengalami 2 kali kelalaian yang menggetirkan warga,” katanya.

Atas dasar itu, IMC meminta proses penanganan kasus dilakukan secara terbuka sehingga publik dapat mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak berwenang.

“Kami menuntut untuk pihak otoritas yang bertanggung jawab mengevaluasi tegas dengan akurat dan transparan,” tegasnya.(*/ARAS)

Kominfo Pandeglang Harkitnas
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien