Wisata Anyer

Pembekalan Petugas Jelang Puncak Haji, Menhaj Ingatkan Armuzna Ibarat Injury Time dalam Sebuah Pertandingan

MAKKAH – Menjelang fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan berbagai persiapan di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Berbagai fasilitas yang akan digunakan jemaah Indonesia diperiksa secara menyeluruh guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan aman, nyaman, dan terkendali.

Pengecekan dilakukan terhadap tenda, tempat istirahat, toilet, hingga sarana pendukung lainnya yang akan digunakan oleh sekitar 221 ribu jemaah haji Indonesia selama berada di Armuzna.

Pemeriksaan lapangan melibatkan petugas dari berbagai sektor, termasuk Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi 2026 yang bertugas di Madinah, Bandara, dan Makkah.

Puncak haji yang berlangsung pada 26 hingga 30 Mei 2026 dinilai menjadi fase paling menentukan dalam keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji.

Keberhasilan layanan pada periode tersebut menjadi tolok ukur kualitas penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini.

Persiapan yang dilakukan tidak hanya mencakup aspek teknis pelayanan, tetapi juga koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses ibadah dapat berjalan sesuai rencana dan menjamin keselamatan jemaah.

Meski rangkaian ibadah haji berlangsung sekitar dua bulan, proses persiapannya dilakukan jauh lebih panjang.

Berbagai tahapan telah disusun sejak jauh hari untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Armuzna sendiri menjadi titik krusial karena seluruh rangkaian ibadah utama berlangsung di kawasan tersebut.

Kelancaran pergerakan dan pelayanan jemaah selama lima hari di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan haji secara keseluruhan.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengibaratkan fase Armuzna sebagai masa penentuan dalam sebuah pertandingan sepak bola.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi waktu yang sangat menentukan hasil akhir dari seluruh proses yang telah dijalani.

“Apakah kita yang akan mengangat piala atau orang lain, itu ditentukan saat injury time,” kata Gus Irfan.

Ia menambahkan, berbagai tahapan penyelenggaraan haji sejauh ini telah berjalan baik sehingga seluruh petugas diminta menjaga performa dan fokus hingga seluruh rangkaian ibadah selesai dilaksanakan.

Pandangan serupa disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menggambarkan ibadah haji sebagai sebuah perlombaan lari jarak jauh yang menuntut konsistensi hingga mencapai tujuan akhir.

“Haji ini ibaratnya seperti lari marathon, kita sudah lari dengan baik, tapi saat tinggal beberapa meter lagi sampai garis finish, tersandung batu dan jatuh, maka sia-sialah usaha kita,” ujarnya saat bincang santai dengan wartawan yang tergabung dalam MCH PPIH Arab Saudi 2026 di Kantor Daker Makkah, Sabtu 23 Mei 2026.

Sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan Armuzna, wartawan MCH Daerah Kerja Madinah turut diajak melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Koordinator Bidang Satuan Operasi (Satops) Armuzna, Harun Arrasyid, pada 19 Mei 2026 lalu.

Rombongan berangkat dari Hotel Dayf Al Arkan Makkah sejak pagi hari dan meninjau sejumlah titik layanan di Padang Arafah. Di lokasi tersebut, petugas menjelaskan berbagai skema pelayanan yang akan diterapkan selama puncak haji berlangsung.

Untuk memperkuat pengamanan dan pengendalian jemaah, PPIH Arab Saudi membentuk 10 sektor ad hoc yang akan bertugas mengawal mobilitas serta keselamatan jemaah Indonesia selama berada di Armuzna.

“Satgas yang kita bentuk ini akan kita bentuk lagi 10 sektor ad hoc untuk mengelola, mengendalikan, melindungi jemaah haji kita,” ungkap Harun Arrasyid.

Selain memeriksa kesiapan tenda, kasur, bantal, selimut, serta fasilitas sanitasi, petugas juga memaparkan pola pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah untuk mabit dan pengambilan kerikil, hingga perjalanan menuju Mina untuk pelaksanaan rangkaian ibadah berikutnya.

Seluruh persiapan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Para petugas pun telah dibekali kesiapan fisik, mental, dan spiritual sejak masa pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede hingga menjalankan tugas di Arab Saudi sejak April 2026.(*/Red/MCH-2026)

Kominfo Pandeglang Harkitnas
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien