
CILEGON – Rencana PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) yang akan melakukan pengembangan pelabuhan dan fasilitas penunjang di Kawasan Krakatau International Port (KIP) mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Kota Cilegon, khususnya di lingkungan Kecamatan Ciwandan.
Kegiatan pengembangan pelabuhan dan fasilitas penunjang lainnya di PT KBS ini diyakini akan memperkuat konektivitas antara pelabuhan dengan industri, dimana hal ini merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya Cluster Industri Baja 10 juta ton di Kota Cilegon.
Terkait pengembangan tersebut, PT KBS selaku pemrakarsa bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan para pakar diketahui telah selesai melakukan kajian yang kemudian akan dituangkan dalam Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Salah satu tokoh masyarakat dari lingkungan sekitar PT KBS, Huluful Fahmi, menjelaskan, kajian AMDAL pengembangan PT KBS tersebut sudah memenuhi ketentuan tentang keterlibatan aktif masyarakat terdampak.
Huluful Fahmi juga mengaku bahwa dirinya dan perwakilan masyarakat di Ciwandan bisa berpartisipasi aktif dan juga mendapatkan akses informasi yang jelas serta transparan terkait pengembangan PT KBS tersebut.
“Dalam pembahasan AMDAL, sudah ada keterwakilan masyarakat. Pada kesempatan mengkaji AMDAL ini, masyarakat juga bisa menyampaikan langsung substansi kepentingan agar bagaimana industri ini nantinya berpihak kepada masyarakat,” ujar Huluful Fahmi, yang merupakan Ketua Rumah Peradaban Banten, Selasa (25/3/2026).
Fahmi menjelaskan tentang empat hal yang menjadi atensi penting dari masyarakat dalam sidang AMDAL pengembangan PT KBS tersebut.
“Pertama, dalam rekrutmen tenaga kerja porsinya harus mayoritas lokal. Kedua, harus terbuka luas kesempatan usaha bagi penguasa lokal agar bisa diakomodir. Ketiga, pengelolaan CSR diharapkan bisa berkolaborasi dengan komunitas dari lingkungan sekitar, untuk pendampingan program yang lebih sustainable. Keempat, diharapkan lebih diperhatikan dan dijaga lagi tentang enviroment (lingkungan), terutama soal kemacetan dan debu,” ungkap Fahmi.
“Soal enviroment ini, untuk mencegah kemacetan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan, misal salah satunya untuk lalu-lintas truk-truk dari customer KS Group sebaiknya agar melalui jalan Export-Import saja, tidak melalui jalan raya Ciwandan,” imbuh Fahmi.
Tokoh Masyarakat Link. Lijajar, Kelurahan Tegalratu, Haji Abdul Muhit, mengapresiasi PT KBS yang sudah melibatkan masyarakat untuk mengkaji rencana pengembangan pelabuhan dan fasilitas penunjang lainnya ini.
“Kami dari masyarakat sudah menyampaikan usulan dan saran-saran kepada PT KBS untuk bagaimana ke depannya lebih baik lagi. Dan sebetulnya masyarakat sekitar sangat mendukung sekali dengan pengembangan pelabuhan ini, karena akan memberikan dampak positif kepada masyarakat, meskipun ada dampak negatif tapi hal itu bisa diminimalisir, melalui komunikasi dan pengelolaan ke depannya yang melibatkan masyarakat,” ujar tokoh yang akrab disapa Haji Muhit ini.
Salah satu potensi dampak positif dari pengembangan PT KBS ini, Haji Muhit meyakini akan ada pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar, baik berupa peluang usaha maupun tenaga kerja.
Dukungan lainnya disampaikan Ketua RW 007, Kelurahan Tegalratu, Hani Sumiati.
Menurut Hani, masyarakat sekitar sangat mendukung pengembangan PT KBS tersebut. Dia mengaku telah mendengarkan dan menyimak langsung pemaparan dari pemerintah dan para pakar tentang pengelolaan lingkungan PT KBS ke depannya dalam pengembangan pelabuhan ini.
“Kemarin-kemarin sudah dibahas bersama Tim dalam Sidang AMDAL, InsyaAllah komitmennya baik untuk menjaga keamanan lingkungan dari pencemaran udara, air dan lain sebagainya,” ungkap Hani.
Hani juga menilai kepedulian PT KBS kepada masyarakat sekitar selama ini sudah sangat baik.
“Alhamdulillah bantuan CSR PT KBS selalu ada, selalu andil dan mengutamakan masyarakat sekitar yang terdekat. Banyak hal sudah diberikan, seperti memberikan sarana dan fasilitas kesehatan, ada bangunan posyandu, pengobatan gratis, bahkan memberikan secara rutin Jaminan BPJS Kesehatan untuk masyarakat kurang mampu,” jelas Hani.
Rencana pengembangan pelabuhan dan fasilitas penunjang lainnya ini merupakan komitmen PT KBS sebagai Integrated Industrial Port dalam menciptakan nilai tambah bagi stakeholder.
Diketahui, PT KBS juga melakukan transformasi bisnis Bidang Kepelabuhanan dan Jasa Logistik yang berbasis Smart Port dengan menitikberatkan pada 3 hal utama, yaitu Expanding Services, Operational Excellence, dan Creating New Business serta program perbaikan secara berkelanjutan, diantaranya Operating Efficiency, Commercial Excellence, Digitalization, Upgrading Port Supporting Facility Services, Organization Enablement Programs. (*/Red)