Miris, di Cilegon Masih Ada Warga yang Rumahnya Seperti Kandang Kambing

Lazisku

CILEGON – Kata orang Cilegon adalah Kota Petro Dollar karena banyak perusahaan berskala Internasional ada disini, namun sayang kehidupan warganya belum sebanding dengan julukannya.

Seperti yang dialami Muhit (48) warga Ceriu RT 03 RW 06, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, dimana hidupnya sangat memprihatinkan. Dia hidup sebatangkara dan tinggal di rumah seperti kadang kambing tidak memiliki MCK/Toilet, yang ada hanya sumur yang kondisinya juga sangat memprihatinkan sedangkan untuk makan dibantu oleh saudara – saudaranya.

Dari cerita Adiknya Yiyik, sang Kakak tersebut saat ini hidup sebatang kara tidak ditemani oleh anak – anaknya usai bercerai dengan Istrinya.

Ks

“Kakak saya sudah bercerai lama, setelah bercerai anak – anaknya lebih memilih tinggal bersama dengan ibunya dan saat ini Kakak saya hidup sebatang kara,” ucapnya saat ditemui di lokasi, Rabu (14/3/2018).

Lebih lanjut dikatakan Yiyik, keseharian Kakaknya ini adalah sebagai pemulung, pendapatannya setiap hari tidak cukup untuk membiayai hidup. Ditambah beberapa bulan lalu rumah yang di tempatinya ambruk sehingga kondisinya sangat memprihatinkan.

“Saya pernah menawarkan Kakak (Muhit) untuk tinggal di rumah, namun ia menolak dan lebih memilih rumahnya yang ambruk untuk berteduh, kalau dilihat rumahnya tidak layak untuk sebagai tempat tinggal karena kondisinya seperti Kandang Kambing,” ujarnya.

Semenjak rumahnya roboh, lanjut Yiyik, belum ada satupun bantuan yang datang baik dari Pemerintah Kota Cilegon maupun dari Industri.

Kpu

“Pernah waktu itu ada yang survei dari pihak Industri tapi mereka cuma foto – foto doang dan tak pernah kembali dengan bantuanya, boro – boro bantuan rehab rumah bantuan makanan saja juga tidak pernah, padahal orang yang survei itu dari CSR Krakatau Posco dan katanya ingin membantu tapi nyatanya mana?” keluhnya.

Yiyik berharap pihak Pemerintah dan Industri bisa segera membantu Kakaknya ini.

“Saya sih berharap pihak Pemerintah dan pihak Industri secepatnya membantu dan mengeluarkan dana CSR nya,” imbuh Yiyik.

USULAN SERING DIUSULKAN NAMUN SELALU MENTOK

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PM Kesos) Kelurahan Samangraya, Rahayu Sunarti, mengaku sudah mengetahui ada warganya yang bernama Muhit yang hidup di rumah rubuh dan tidak layak untuk ditempati karena seperti di kandang Kambing.

“Usulan sudah sering kami lakukan baik ke Dinas Sosial maupun pihak Industri, bahkan usulan kami ke Dinsos itu sudah dua kali namun sampai saat ini belum ada realisasinya,” ucap Yayuk saat memberikan bantun berupa sembako kepada Muhit.

Yayuk juga mengaku bingung, karena usulan ke Dinsos selalu mentok dan tidak ada realisasi.

“Upaya kami dari Kelurahan Samangraya untuk membantu bapak Muhit sudah maksimal namun apa daya bantun untuk merehabnya rumahnya selalu mentok, dan saya meminta arahan jalur mana yang harus ditempuh agar bapak Muhit ini bisa terbantu,” tukas Yayuk. (*/Adam RT)

DPRD Banten LH
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien