Perkuat Keamanan Lingkungan Belajar, SMP Bosowa Al Azhar Cilegon Adakan Edukasi Anti-Pornografi
CILEGON — Sebagai langkah nyata melindungi peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika pergaulan remaja, SMP Bosowa Al Azhar Cilegon menggelar penyuluhan bertajuk Penyuluhan Anti-Pornografi dan Pencegahan Kekerasan Seksual pada Remaja.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Sekolah Bosowa Al Azhar ini diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX, para guru, serta orang tua murid.
Penyuluhan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai bahaya pornografi, dampak negatif paparan konten berisiko, serta pentingnya komitmen bersama dalam mencegah kekerasan seksual di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Pada sesi pertama, pemateri memaparkan bahaya pornografi terhadap perkembangan pola pikir, perilaku, konsentrasi belajar, hingga pembentukan karakter remaja.
Para murid diajak untuk lebih bijak menyaring informasi, menghindari konten yang belum sesuai usia, serta menggunakan gawai dan media sosial secara bertanggung jawab.
Sementara pada sesi pencegahan kekerasan seksual, peserta dibekali kemampuan untuk mengenali tindakan yang melanggar batasan pribadi, memahami hak atas perlindungan diri, menjaga privasi, serta memberanikan diri berkata “tidak” pada situasi yang tidak nyaman.
Selain itu, murid diajarkan untuk berani bersuara dan segera melapor kepada orang tua, guru, atau pihak tepercaya apabila melihat atau mengalami tindakan yang berpotensi menjadi kekerasan seksual.
Kegiatan edukatif ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan peningkatan nilai Rapor Pendidikan SMP Bosowa Al Azhar Cilegon.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat keamanan lingkungan belajar dan menciptakan ekosistem pendidikan yang bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Keterlibatan orang tua menjadi poin krusial dalam agenda ini. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pengawasan dan pendampingan terhadap remaja tidak berhenti di sekolah, tetapi harus berlanjut secara konsisten di rumah.
Orang tua memiliki peran mendasar untuk membangun komunikasi yang terbuka, mendampingi penggunaan perangkat digital, serta menghadirkan suasana keluarga yang aman dan nyaman bagi anak untuk bercerita.
Kepala SMP Bosowa Al Azhar Cilegon, Widia Tri Priane, M.Pd., mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif para orang tua. Ia menekankan bahwa edukasi ini merupakan kebutuhan mendesak bagi remaja saat ini, mengingat kemudahan akses informasi melalui internet.
”Kami sangat menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini, terlebih dengan partisipasi aktif para orang tua. Kami berharap melalui penyuluhan ini, murid semakin memahami cara melindungi diri, mampu menggunakan gawai dan media sosial secara bijak, serta tahu langkah yang tepat saat menghadapi situasi tidak aman. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga,” ujar Widia.
Melalui penyuluhan ini, SMP Bosowa Al Azhar Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesadaran perlindungan peserta didik secara berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada capaian akademik, sekolah berupaya membentuk karakter siswa yang mandiri, bijak memanfaatkan teknologi, serta mampu menjaga keselamatan diri dan lingkungannya.
Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan instansi terkait diharapkan dapat mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang remaja secara sehat dan positif.***

