Proyek Perawatan Saluran Drainase yang Misterius di Kota Cilegon

Hut bhayangkara

CILEGON – Pelaksanaan proyek Perawatan Saluran Drainase atau tanggul kali yang berlokasi di Link Temugiring, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, menjadi misteri karena tidak transparan. Sehingga beberapa kejanggalan seperti siapa pihak ketiga atau kontaktor pelaksananya sulit diketahui publik.

Dari pantauan langsung faktabanten.co.id Rabu (11/4/2018) sore. Tampak sekitar 5 orang sedang mengerjakan proyek Perawatan Saluran Drainase itu. Selain tidak adanya papan informasi proyek, material yang digunakan juga tidak menggunakan batu yang baru, sementara pasir yang dipakai juga mengambil dari sisa pondasi rumah milik pribadi.

Mandor proyek yang mengaku sebagai Ketua RT setempat, saat coba ditanyakan wartawan malah terkesan tertutup. Bahkan tidak mau menyebutkan nama dirinya, dan siapa perusahaan kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut.

“Proyek perawatan PU pak, saya mah nggak perlu papan proyek asal (tanggul jebol ini) dibangun saja senang. Saya kan RT sini, nama mah gampang lah. Kontraktornya ada, saya nggak berani ngasih tahu,” ujarnya.

Loading...

Saat disinggung soal UU Transparansi Nomor 14 Tahun 2008 dan kualitas material bekas yang digunakan, karena kalau benar itu proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Cilegon menggunakan APBD, ia dengan entengnya menjawab sekenanya saja.

“Pakai yang ada aja sih pak, biar cepet selesai. Gapapa digarap pakai batu bekas. Udah sih kang saya kan kerja cari uang, kakang juga sama kan?” katanya.

Namun dari salah satu pekerjanya, diketahui bahwa yang memborong atau pelaksana proyek Perawatan Saluran Drainase itu ternyata adalah Ketua RT setempat, yang bernama Halimi.

“Yang ngeborong Pak RT, namanya Halimi,” ucapnya singkat.

Hingga berita diturunkan, Dinas PUTR Kota Cilegon juga belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. (*/Ilung)

Ks rc
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien