Puluhan LSM dan OKP di Cilegon Bersatu Tolak Penjualan KBS ke Pelindo II

Dprd ied

CILEGON – Sebanyak 60 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Cilegon yang tergabung dalam Forum Komunikasi Cilegon Bersatu ( Forkom CB) menyatakan sikap menolak terhadap rencana akuisisi saham PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) oleh PT Pelindo II.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Forkom BC dan perwakilan LSM serta OKP saat menggelar pertemuan di Jungle Park, Kamis (19/7/2018).

“Kami, rakyat Cilegon menolak keras terkait akuisisi PT KBS oleh PT Pelindo II. Di saat KBS bisnisnya menanjak dan sangat memberikan keuntungan bagi induknya PT KS juga masyarakat, kenapa harus malah dijual,” kata Rebudin, yang didaulat sebagai Ketua Presidium Forkom CB.

Ia menjelaskan, buruknya kinerja Direksi PT Krakatau Steel merupakan faktor utama, sehingga opsi menjual PT KBS diambil untuk mendapatkan dana segar. Padahal, menurutnya masih banyak opsi lain yang dapat diambil untuk bisa membuat PT KS untung, dengan tetap mempertahankan anak perusahaan yang bergerak di bidang pelabuhan tersebut.

“Harusnya, anak yang sedang berkembang itu disupport, bukan malah dijual. Kalau alasannya mau fokus ke produksi baja, justru KBS jangan dijual, karena memang salah satu kunci utama bisnis baja itu kan di transportasinya harus kuat,” terangnya.

BACA JUGA: Krakatau Bandar Samudera Evaluasi Ulang Rencana IPO

Ia menegaskan, setelah konferensi pers ini, Forkom BC akan melakukan advokasi dengan menyurati beberapa pihak terkait, termasuk Kementerian BUMN. Namun, jika hal tersebut tidak juga ditanggapi dan diindahkan, maka pihaknya akan melakukan aksi besar-besaran menyegel PT KS.

“Kalau direksi tak mampu membuat KS untung, jangan malah dijual asetnya. Pokoknya KBS Dijual No, Direksi KS Ganti Yes,” tegasnya sambil meneriakkan jargon dan diikuti oleh seluruh perwakilan LSM dan OKP yang hadir.

Hal senada diungkapkan Tatang Tarmizi, selaku Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kota Cilegon.

dprd tangsel

Menurut pria yang akrab disapa Itang ini, bahwa strategic partner dengan PT Pelindo II tidak akan memberikan keuntungan bagi KBS maupun Krakatau Steel.

Jikapun KBS dan PT KS membutuhkan dana segar untuk tambahan investasi, langkah pelepasan saham melalui IPO dinilai lebih tepat, karena lebih transparan dan harga akan kompetitif.

“Melepas saham melalui IPO lebih menjanjikan, harganya juga bisa lebih bisa tinggi, karena tidak dipatok. Sementara kalau ke Pelindo, ini berpotensi mengganggu kinerja Krakatau Steel,” tegas Itang.

Sementara perwakilan unsur buruh KS-Grup, Syafrudin, juga secara tegas menolak rencana penjualan KBS ke Pelindo II.

Ia meminta PT KS dan masyarakat Cilegon berkaca pada sejarah kegagalan penjualan PT Latinusa (anak usaha KS) yang lebih dulu dijual, dan kinerjanya hingga kini tidak menguntungkan bagi PT KS.

Syafrudin juga mengaku akan menggerakkan massa buruh, untuk aksi besar-besaran menyikapi rencana tersebut.

“Kami juga sudah berkonsolidasi dengan gabungan organisasi buruh BUMN, kita siap turun aksi menentang kebijakan yang tidak menghargai sejarah masyarakat Cilegon ini,” tegasnya.

Berikut poin-poin yang menjadi sikap resmi Forkom CB yang dituangkan dalam surat ini :

 

Golkat ied