Ramadhan Berbagi; KBS dan HIPMI Beri Motivasi Santri Cilegon untuk Berwirausaha

CILEGON – PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) bekerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Kota Cilegon mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Cilegon untuk berbagi bantuan dan juga berbagi tips dan motivasi wirausaha kepada para santri dan ustadz-ustadzahnya.

Kunjungan perdana di Ponpes Al-Khairiyah Citangkil, Rabu (21/4/2021). Hadir Direktur Utama KBS, Akbar Djohan, dan juga Ketua HIPMI BPC Kota Cilegon Ahmad Suhandi, yang memberikan motivasi dan tips khusus menjadi wirausahawan kepada santri.

Dalam momen tersebut, santri dan para ustadz-ustadzah yang hadir diajak berdialog soal minat dan gambaran mereka tentang membangun wirausaha.


Penyerahan cinderamata oleh Ketua HIPMI BPC Kota Cilegon kepada santri Al-Khairiyah yang berani menjawab pertanyaan / dok

Tanpa malu-malu sejumlah santri mengutarakan bahwa diantara mereka sudah memiliki cita-cita dan harapan di masa depan, khususnya dalam bidang usaha. Ada yang ingin jadi peternak sapi, ingin menjadi pedagang, usaha tanaman hias, bahkan hingga bercita-cita mendirikan pondok pesantren.

Usai berdialog, Dirut PT KBS, Akbar Djohan, memberikan tips khusus untuk santri agar bisa jadi seorang wirausahawan. Menurut Akbar, seorang wirausahawan harus tekun, dan juga harus mampu membangun kerjasama.

Akbar juga mengarahkan agar para pemuda calon wirausahawan agar mengambil pilihan usaha sesuai minat dan passionnya.

“Jadi melalui ini, kami mengajak para santri maupun segenap pengasuh pondok pesantren untuk membangun optimisme di tengah pandemi Covid-19,” ujar Dirut KBS, Akbar Djohan, di depan para santri.

Setelah Dirut KBS, giliran Ketua HIPMI BPC Cilegon Ahmad Suhandi diminta untuk memberikan tips menjadi pengusaha. Dikatakan Andi, seorang yang ingin menjadi pengusaha harus melepaskan gengsi.

“Seiring usia bertambah, biasanya pemuda mulai diselimuti rasa gengsi. Ketika mau memulai usaha, ada rasa gengsi, tidak mau mengambil langkah-langkah kecil, tapi ingin langsung sukses. Padahal kesuksesan tidak akan diraih, tanpa memulai dari langkah-langkah kecil dan sederhana,” ujar Andi.

Dalam kesempatan itu juga, Dirut KBS bercerita bahwa dirinya merupakan kader dari HIPMI. Bahkan dia merupakan alumni pertama dari program HIPMI Perguruan Tinggi.

“Menteri Perdagangan RI Pak Muhammad Lutfi itu juga alumni HIPMI, baru-baru ini beliau melepas ekspor perdana hasil produk usaha dari HIPMI Perguruan Tinggi. Jadi peluang usaha dan pasarnya sekarang sudah terbuka,” ujar Akbar Djohan.

Kepada para santri Al-Khairiyah, Dirut KBS berpesan bahwa bimbingan dari pengasuh pesantren akan menjadi fundamen bagi santri untuk menentukan minat, salah satunya minat berwirausaha.

Karena itu, KBS juga akan kembali membuat program bersama dengan HIPMI untuk pelatihan wirausaha di pesantren-pesantren.

“Ke depan akan ada pelatihan kewirausahaan, yang akan dibina oleh HIPMI. Bidang apa yang jadi pilihan bagi adik-adik, akan kita arahkan sesuai minatnya,” imbuh Akbar.

“Program pelatihan yang akan kita berikan harus benar-benar sinergi dengan kebutuhan yang ada. Bahkan setelah pelatihan, termasuk juga kita akan diberikan modal kerja, agar bisa memulai menjalankan hasil pelatihannya. Kami berharap bidang usaha apa yang hasilnya tidak terlalu lama, dan bisa cepat komersial, agar bermanfaat bagi perekonomian di pesantren,” tandas Dirut KBS.

Sementara Ketua HIPMI BPC Cilegon yang akrab disapa Andi Jempol, mengatakan bahwa kedepan dia memiliki target membentuk jejaring organisasi yakni HIPMI Pesantren.

“Setelah membentuk HIPMI PT, HIPMI Kota Cilegon juga akan mengupayakan membentuk HIPMI Pesantren. HIPMI Pesantren ini kita dorong untuk melatih mental usaha santri sejak dini,” tegas Andi.

Diketahui, melalui Program Kita Bersama Santri yang digagas oleh PT KBS dan HIPMI Kota Cilegon, saat ini telah didistribusikan bantuan sembako kepada 1.000 Santri yang terdiri dari 5 Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Cilegon. (*/Red/Abidin)

Demokrat
Royal Juli