Seleksi Sekda Cilegon: Tiga Nama Disetor ke BKN, Wali Kota sebut Skor Aziz Tertinggi

CILEGON – Tim Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon resmi menyetorkan tiga nama calon kandidat Sekda kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pengusulan dilakukan melalui sistem I-Mutasi Pegawai untuk mendapatkan Persetujuan Teknis (Pertek) dari BKN.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, membenarkan bahwa berkas tiga besar kandidat hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tersebut telah dikirimkan dan kini tinggal menunggu keputusan akhir BKN.
”Sudah kita dorong kemarin hasilnya ke BKN. Tinggal menunggu Pertek dari BKN seperti apa,” kata Robinsar, Rabu (19/8/2026).
Tiga kandidat yang berhasil masuk dalam jajaran tiga besar tersebut yakni Aziz Setia Ade Putra, Dana Sujaksani, dan Ahmad Jubaedi.
Robinsar mengungkapkan bahwa dari ketiga calon, Aziz memperoleh skor tertinggi, baik dari penilaian manajemen talenta maupun tahapan wawancara.

”Kalau manajemen talenta kan itu sudah tekstual, semua sertifikasi atau pengalaman sudah tertuang. Dari sesi wawancara pun beliau paling tinggi dan mampu meyakinkan para penguji,” ujar Robinsar.
Senada dengan Wali Kota, Ketua Komite Seleksi Sekda Kota Cilegon yang juga Asisten Daerah III, Syafrudin, menjelaskan bahwa penetapan tiga besar dilakukan berdasarkan akumulasi potensi dan kinerja dalam talent box serta hasil uji kompetensi teknis dari lima peserta seleksi.
”Tiga besar itu sudah kita sampaikan ke BKN melalui sistem I-Mutasi Pegawai. Semuanya sudah siap di sana. Kami juga terus berkoordinasi secara intensif dengan BKN sesuai mandat Ketua Tim Penilai,” jelas Syafrudin, Selasa (18/8/2026).
Mengenai kriteria, Robinsar menegaskan bahwa Sekda terpilih nantinya harus bisa membantu Wali Kota dan Wakil Wali Kota merealisasikan janji-janji politik serta program prioritas daerah.
Sekda juga dituntut memiliki kemampuan koordinasi yang kuat untuk menggerakkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
”Sekda tidak cukup hanya pandai berkonsep atau bernarasi di meja. Pejabat yang terpilih harus benar-benar bisa turun ke lapangan untuk memastikan semua program pembangunan dan pelayanan masyarakat berjalan dengan cepat,” tegas Robinsar.***


