Terjadi Pengeroyokan di Diskotik Star Queen Cilegon, Pengunjung Lapor Polisi

SERANG – Salah seorang pengunjung tempat hiburan malam Star Queen, bernama Jefri (38), pulang ke rumahnya dalam kondisi babak belur usai dikeroyok oleh sejumlah orang tidak dikenal di Hall tempat hiburan malam yang berlokasi di Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, pada Selasa (5/3/2019) malam lalu.

Kejadian ini pun telah langsung dilaporkan oleh korban kepada Polsek Kramatwatu pada keesokan harinya, Rabu (6/3/2019).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 02.15 WIB. Bermula, saat pria asal Link. Kaligandu, Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta itu masuk ke hall untuk menjemput temannya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Saat Jefri duduk di meja hall bersama temannya, lewat salah seorang pria menggunakan kaos warna merah.

“Saya pegang perut pria yang lewat itu, saya kira itu temen saya,” ujar pria yang akrab disapa Jafra kepada wartawan, Sabtu (9/3/2019).

Lebih lanjut Jafra saat itu bermaksud hendak memanggil temannya, namun pria yg tidak dikenal, itu menghalangi jalan Jafra. Merasa akan terjadi sesuatu, akhirnya Jafra hendak lari keluar hall. Namun usahanya tidak berhasil, Jafra keburu ditarik oleh rekan pria yang memakai kaos warna merah tadi.

“Saya didorong dan langsung dipukulin disitu. Orangnya banyak sampe 10 orang,” ungkap Jafra.

Sankyu ks

Jafra juga mengakui saat itu belum sempat minum dan dalam kondisi masih sadar tidak dalam pengaruh alkohol. Keributan yang berlangsung sekitar lima menitan itu baru reda setelah manajer hiburan malam Star Queen, Iman, berhasil melerai pengeroyokan terhadap dirinya.

“Kata pak Iman sudah Jef tolong hargai saya (Iman-red), saya langsung lemes di situ,” kata Jafra menirukan suara Iman.

Jafra mengungkapkan, usai pengeroyokan di dalam hall Star Queen. Ia langsung dibawa keluar oleh manejer Star Queen, dan tidak berselang lama datang salah seorang pria yang tidak dikenal dan meminta maaf kepada Jafra.

“Kang saya minta maaf ya, karena sudah mukul kakang,” ungkap Jafra menirukan suara orang yang meminta maaf itu.

Salah satu rekan Jafra, Aziz mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian setempat. Ia berharap bisa terungkap siapa pelaku yang melalukan pengeroyokan kepada Jafra.

“Sudah kita laporkan ke Polsek Kramatwatu, karena itu wilayah hukumnya, harapan kita pihak kepolisian bisa bertindak dan pengelola Star Queen juga mau terbuka siapa pelakunya,” ujar Aziz kepada faktabanten.co.id.

Aziz masih menunggu proses penyidikan dari kepolisian, karena hingga saat ini belum ada kabar berita lanjutannya dan belum ada pemeriksaan terhadap pengelola tempat hiburan malam tersebut.

Sementara itu, Manajer Star Queen, Iman, saat coba dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (9/3/2019) malam, tidak memberikan jawaban dan tidak membalas pesan dari wartawan. (*/Ilung)