Wisata Anyer

El Nino Picu Musim Hujan di Banten Mundur, Pemprov Siapkan Rekayasa Cuaca

Posco HUT TNI

SERANG– Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mewaspadai dampak fenomena El Nino yang memicu mundurnya awal musim hujan di Banten.

Plt Kepala BBMKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan awal musim hujan tahun ini mundur sekitar satu bulan atau tiga dasarian dari kondisi normal.

“Periode kemarau menjadi lebih panjang, musim hujan mundur dari normalnya, meskipun intensitasnya diprediksi tetap normal,” kata dia, Rabu (7/10/2026).

Kondisi ini, kata Ana, dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas kuat.

Ia merinci, wilayah Banten Selatan seperti Lebak baru akan diguyur hujan pada November. Sementara Banten Utara termasuk Serang, Cilegon, dan Tangerang baru masuk musim hujan pada Desember.

Ana mengingatkan, mundurnya musim hujan dengan durasi yang lebih singkat akan membawa empat dampak krusial.

Pertama, krisis air bersih. Cadangan air tanah dan pasokan air di waduk berpotensi berkurang drastis.

Kedua, sektor pertanian. Petani diminta menyesuaikan pola dan jadwal tanam.

Ketiga, kesehatan. Kualitas udara yang memburuk akibat kemarau panjang berpotensi meningkatkan kasus ISPA.

Keempat, bencana hidrometeorologi. Tanah yang merekah akibat kemarau panjang berisiko longsor saat hujan pertama turun dengan intensitas tinggi.

“Sehingga tadi arahan Pak Gubernur adalah melakukan survei bersama antara BMKG dan pemda untuk memprioritaskan daerah mana saja yang menjadi atensi,” ungkapnya.

Terkait solusi, BMKG dan Pemprov Banten membuka wacana Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengisi waduk.

“Perlu ada status peningkatan tanggap darurat dari pemerintah daerah dan penyiapan pendanaan untuk kegiatan tersebut,” tuturnya.

Gubernur Banten Andra Soni mengaku telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan bencana bersama BMKG dan memperkuat koordinasi dengan kabupaten/kota untuk menjamin pasokan air bersih.

Pemprov juga menyiapkan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) jika operasi modifikasi cuaca harus dilakukan, dengan prioritas pengisian Bendungan Karian di Lebak dan wilayah Pantura yang mengalami kemarau terpanjang.

“Langkah ini penting agar kita tidak hanya sibuk saat bencana terjadi, tetapi bisa memitigasi dan meminimalisir dampaknya sejak awal,” kata Andra. ***

Sankyu HUT TNI
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien