Jelang Idul Adha 2026, Distan Banten Perketat Pengawasan Hewan Kurban
SERANG – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten memperketat pengawasan terhadap hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Banten, Nasir MD, mengatakan pihaknya melalui bidang peternakan serta kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (Keswan Kesmavet) telah menyiapkan berbagai upaya pengawasan di lapangan.
“Pengawasan hewan kurban ini menjadi kewajiban kami, khususnya untuk memastikan seluruh hewan yang dijual di lapak-lapak wilayah Banten dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan dan melatih juru sembelih halal (Juleha).
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan penyembelihan sesuai syariat serta standar kesehatan.
Selain itu, Distan Banten juga melakukan monitoring dan pemeriksaan langsung ke lapak-lapak penjualan hewan kurban. Setiap hewan yang masuk, terutama dari luar daerah, wajib dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari dokter hewan.
“Ini penting untuk memastikan bahwa hewan yang didatangkan tidak terindikasi penyakit. Artinya, hewan tersebut sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Terkait ketersediaan, Nasir menyebut kebutuhan hewan kurban di Provinsi Banten tahun ini diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Saat ini, ketersediaan hewan lokal berada di kisaran 12.000 hingga 14.000 ekor, sementara sebagian lainnya dipasok dari luar daerah.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam melakukan pengawasan, terutama terhadap hewan yang masuk dari wilayah lain.
“Pengawasan harus dilakukan secara bersama-sama agar distribusi hewan kurban tetap aman dan terkendali,” katanya.
Dari sisi kesehatan hewan, Distan Banten juga mewaspadai potensi penyebaran penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penyakit menular lainnya yang berasal dari daerah endemis.
“Kami berharap kondisi tetap aman dan steril, namun tetap siaga terhadap potensi penyakit yang bisa dibawa oleh hewan dari luar daerah,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Distan Banten memastikan masyarakat dapat memperoleh hewan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat pada Idul Adha tahun ini.***


