Libur Sekolah, Dispar Banten Bakal Uji Coba Sistem QR Code di Destinasi Wisata
SERANG – Dinas Pariwisata Provinsi Banten akan mulai menguji coba sistem pendataan kunjungan wisata berbasis QR code selama masa libur sekolah.
Sistem ini diterapkan untuk mempermudah pendataan pengunjung sekaligus memperoleh data kunjungan wisata yang lebih valid dan akurat.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Banten, Paundra Bayyu Ajie mengatakan, setiap pintu masuk destinasi wisata nantinya akan dilengkapi QR code yang dapat dipindai oleh wisatawan menggunakan telepon genggam.
“Libur anak sekolah ini kita akan mencoba. Jadi QR code ini, pengunjung dari mana pun dia masuk ke destinasi nanti akan men-scan,” ujar Paundra Bayyu di kantor Dispar Banten, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, setelah melakukan pemindaian, wisatawan akan diarahkan ke sebuah menu berisi data singkat yang harus diisi, seperti asal pengunjung, tujuan wisata, hingga tanggapan terhadap destinasi yang dikunjungi.
Menurutnya, kolom komentar dibuat sederhana agar mudah diisi oleh pengunjung. Wisatawan cukup memberikan respons menggunakan emotion.
“Kalau suka mungkin senyum atau tertawa. Kalau tidak suka mungkin cemberut. Jadi cukup singkat dan memudahkan pengunjung,” katanya.
Ia menuturkan, sistem tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah memperoleh data kunjungan wisata yang valid.
Selain mengandalkan pemindaian QR code, proses penginputan data juga akan dibantu oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Balawista, serta pemerintah kabupaten dan kota.
Data tersebut nantinya akan terintegrasi dalam sistem manajemen pariwisata daerah milik Dinas Pariwisata Banten.
“Kenapa kita perlu data itu? Karena kita juga harus menghitung berapa peredaran uang di destinasi wisata maupun di kabupaten dan kota saat momen kunjungan wisata terjadi,” jelasnya.
Melalui sistem ini, Dispar Banten juga ingin meningkatkan kesadaran wisata di kalangan Pokdarwis dan pengelola destinasi agar pelayanan terhadap wisatawan semakin baik.***

