Wisata Anyer

Pariwisata Banten Bergairah, Hunian Hotel Pesisir Capai 95 Persen Saat Libur Panjang

Posco Idul Adha

SERANG – Libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah membawa angin segar bagi industri pariwisata dan perhotelan di Provinsi Banten.

Tingkat hunian hotel di kawasan wisata pantai seperti Anyer, Carita hingga Tanjung Lesung melonjak tajam dan rata-rata menembus angka di atas 80 persen.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten mencatat lonjakan okupansi tersebut terjadi selama momentum long weekend Idul Adha 2026.

Ketua PHRI Banten, Ashok Kumar mengatakan, kawasan pesisir Anyer dan sekitarnya menjadi destinasi favorit wisatawan selama libur panjang.

“Momentum long weekend malam Iduladha ini sangat memadai. Okupansi di kawasan pesisir Anyer rata-rata mencapai 85 hingga 95 persen, jadi secara keseluruhan berada di atas 80 persen,” ujar Ashok, Selasa (2/6/2026).

PT PCM Idul Adha

Menurut Ashok, tingginya tingkat kunjungan wisatawan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk berwisata dan membelanjakan anggaran liburan mereka.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata, khususnya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan pada hari kerja atau weekday.

“Yang menjadi PR besar buat kita semua adalah bagaimana kawasan destinasi wisata sepanjang pesisir Anyer, Carita dan sekitarnya bisa menjadi sustainable tourism dan tetap ramai di hari biasa,” katanya.

Ashok menjelaskan, sebelumnya tingkat hunian hotel pada weekday banyak ditopang kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

Namun, kebijakan pemangkasan anggaran pemerintah berdampak besar terhadap sektor tersebut.

“Weekday yang sebelumnya bersinar, kini mengalami pukulan besar walaupun sudah melakukan diversifikasi,” ungkapnya.

Kendati demikian, industri perhotelan di Banten disebut tetap optimistis menghadapi tantangan tersebut.

PHRI berharap pemerintah daerah lebih fokus membenahi dan mempromosikan destinasi wisata serta menghadirkan lebih banyak atraksi wisata.

“Serta lebih banyak menggelar atraksi untuk menaikkan tingkat hunian di weekday. Kalau weekend dan long weekend, para leader hotel sudah memiliki strategi branding, advertising, dan selling yang sangat baik,” jelasnya.

Ashok juga menyoroti masuknya sejumlah jaringan hotel internasional dan nasional di kawasan wisata Banten, seperti Aston Archipelago, Jayakarta, Accasia, Novus hingga investasi jaringan internasional Movenpick di kawasan Anyer-Carita.

Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor pariwisata Banten masih memiliki daya tarik investasi yang kuat.

Ia pun mendorong pemerintah daerah hingga kementerian terkait untuk memiliki visi besar dalam menata kawasan wisata pesisir Banten.

“Mimpi besar yang harus dimiliki adalah menghadirkan beach walk di kawasan Anyer, Cinangka sampai Carita. Sehingga malam hari wisatawan bisa wara-wiri, ada meeting point, penerangan jalan umum tertata dan kawasan wisata menjadi lebih hidup,” ujarnya.

Ashok menambahkan, industri perhotelan memiliki efek domino yang besar terhadap perekonomian daerah karena melibatkan banyak sektor usaha.

“Dalam satu industri perhotelan terdapat sekitar 125 komponen yang berdampak langsung terhadap multiplier effect ekonomi, mulai dari kebutuhan kertas, tissue, makanan, sayur mayur, daging hingga seafood,” katanya.

PHRI Banten juga berharap pemerintah daerah lebih serius memperkuat promosi wisata dan pembenahan destinasi agar tingkat hunian hotel pada weekday kembali meningkat.

“Kalau weekend di pesisir pantai kami bisa meng-handle dengan baik. Tinggal bagaimana weekday ini diperkuat agar PAD terus tercapai,” ujarnya.

Ashok mengimbau seluruh pelaku industri perhotelan di Banten untuk menghindari perang harga atau price war yang dinilai dapat merusak nilai destinasi wisata dalam jangka panjang.

“Kami percaya profesionalisme para leader hotel mampu saling bahu membahu meningkatkan tingkat hunian, khususnya di weekday,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan aparat keamanan dalam menjaga kenyamanan wisatawan dan iklim investasi di Banten.

“Apresiasi kami atas terciptanya keamanan dan kenyamanan investasi maupun wisatawan melalui pengawasan lalu lintas dan kondusivitas dari Polda Banten, Polres, Polsek hingga TNI demi kemajuan pariwisata Provinsi Banten,” tutup Ashok. ***

DPRD Banten Hari Pancasila
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien