Soroti Polemik Rekrutmen di RSUD Cilograng dan Labuan, Ini Kata GMNI Serang
SERANG – Polemik rekrutmen di RSUD Cilograng dan Labuan yang dinilai amburadul disorot oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Serang.
“Masa rekrutmen ini sebetulnya menjadi peluang besar bagi warga Provinsi Banten, pasalnya mengingat angka statistik pengangguran Banten yang tak kunjung dapat diatasi oleh Pemerintah Provinsi Banten,” ujar Fauzul Rohmanul Hakim, Wakabid Advokasi Aksi, DPC GMNI Serang dalam keterangannya, Rabu, (14/5/2025).
Namun sangat disayangkan pupus sudah harapan warga Banten untuk mengabdikan dirinya di bidang Kesehatan.
“Bagaimana tidak banyak sekali temuan terkait pendaftar yang lolos bukan asli dari putra/putri pribumi,” lanjutnya.
Untuk itu ia meminta kepada Pemprov Banten agar lebih memperhatikan fasilitas dan proses penyeleksian, hindari hal demikian dari praktik KKN, utamakan bagi pendaftar yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan bukan kedekatan emosional.
Terbaru Pemerintah Provinsi Banten mengeluarkan komposisi hasil verifikasi sanggah pelamar pada penetapan seleksi penerimaan pegawai BLUD no 9 tahun 2025.
Yang disampaikan oleh Plh Sekda Banten, setelah pengumuman ini banyak sekali pelamar yang tereliminasi hal demikian akan kembali mencuat kembali.
“Pasalnya kita tidak tau apa yang menjadi standarisasi penyeleksian ulang tersebut. Kalau pun memang itu hasil verifikasi masa sanggahan. Harus di tindak lanjut dengan Pengumuman kenapa dan apa alasan yang tereliminasi,” ujarnya.
Mengingat afirmasi domisili dan sertifikasi kompetensi ini masih riskan untuk di manipulasi, hanya sebatas kepentingan dalam pelancaran pelamaran calon Pekerja di BLUD.
“Sekali lagi dengan tegas saya sampaikan, segera lengkapi fasilitas kesehatan yang ada di Provinsi Banten, jangan hanya terfokus pada penambahan tapi harus berbanding lurus dengan azas kebermanfaatannya.” tegasnya.
“Miris rasanya jika Banten masih banyak fenomena sosial terjadi, dimana orang sakit yang harus di tandu karena akses jalan yang tidak memadai. Ditambah dengan minimnya ambulance yang ada di setiap wilayah pelosok daerah. Hal demikian juga harus coba lebih diperhatikan.” tegasnya. ***
