Soroti Rekrutmen Konsultan Individu Pemprov Banten, HMI Serang: Harus Transparan, Bukan Titipan!
SERANG – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang melayangkan kritik tajam terhadap proses rekrutmen Konsultan Individu di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Proses pengadaan jasa tersebut dinilai tertutup, elitis, dan jauh dari prinsip akuntabilitas.
Ketua Umum HMI Cabang Serang, Eman Sulaeman, menyatakan bahwa mekanisme seleksi yang tidak dipublikasikan secara luas memicu persepsi negatif di masyarakat.
Ia mengkhawatirkan adanya praktik “bagi-bagi jatah” posisi bagi kelompok tertentu.
”Jika mekanisme seleksi tidak dibuka secara luas, ruang partisipasi publik menjadi tertutup dan hanya dinikmati segelintir elit. Kondisi ini sangat tidak sehat bagi tata kelola pemerintahan yang profesional dan berintegritas,” ujar Eman, Sabtu (9/5/2026).
Eman menegaskan bahwa pengangkatan konsultan bukan sekadar urusan administratif belaka.
Mengingat posisi ini dibiayai oleh APBD, maka output yang dihasilkan berdampak langsung pada kebijakan pembangunan daerah.
Beberapa poin utama yang didesak oleh HMI Cabang Serang kepada Pemprov Banten antara lain:
- Transparansi Formasi: Membuka rincian kebutuhan posisi secara jelas.
- Standar Kompetensi: Menetapkan kriteria keahlian yang terukur.
- Publikasi Hasil: Mengumumkan hasil seleksi secara terbuka untuk menghindari kesan “pemain dalam”.
HMI Cabang Serang meminta Pemprov Banten segera membenahi sistem rekrutmen agar berbasis kompetensi (merit system), bukan berdasarkan faktor kedekatan atau nepotisme.
”Keterbukaan adalah syarat mutlak untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Kami akan terus mengawal isu ini sebagai fungsi kontrol sosial demi terciptanya pemerintahan yang bersih di Tanah Jawara,” pungkas Eman.***


