Kisah Marcell Siahaan Jadi Mualaf, Gue Senang, Gue Nyaman

JAKARTA – Marcell Siahaan membeberkan pengalaman spiritualnya dihadapan Daniel Mananta. Sebelum menjadi seorang mualaf, penyanyi 43 tahun ini sempat memeluk agama Kristen dan Buddha.

Marcell mengatakan, sejak kecil, dirinya tumbuh di lingkungan yang beragam. Selain itu, sifatnya yang selalu ingin tahu membuatnya tertarik mempelajari agama Buddha.

“Gue hidup di tengah-tengah beberapa kultur, dan itu kultur yang liberating sebetulnya. Free thinking, rilex, enggak ribet,” kata Marcell, seperti dikutip dari kanal YouTube Daniel Mananta, Minggu (4/4/2021).

Tumbuh di tengah lingkungan beragam kultur, Marcell ternyata saat kecil senang menyaksikan acara-acara agama di satu stasiun televisi milik negara. Salah satunya acara tentang agama Buddha dan agama Islam.

“Gue suka dengan kata jembatan, sebetulnya. Jadi kita itu masing-masing sedang mencari jembatan untuk kita bisa berkomunikasi dengan Sang Khalik, Yang Maha Kuasa,” katanya.

“Kenapa perjalanan gue seperti ini? Karena gue enggak mau merasa takut. Gue pengen mencari cara menjembatani bagaimana caranya gue bisa benar-benar khusyuk, bisa benar-benar intim dengan Sang Khalik,” ujar Marcell.

Di acara bincang-bincang tersebut, Marcell juga menceritakan perasaannya setelah memutuskan menjadi mualaf. Dia mengaku merasa nyaman dan bahagia.

“Gue nyaman, gue seneng, gue yakin bahwa segala sesuatu itu ada titiknya, itu aja. Dan, gue merasa malah bisa berbuat banyak,” katanya

Pelantun lagu ‘Firasat’ ini juga menyebutkan arti Allah baginya.

“Dia itu sesuatu yang Maha Kokoh sekaligus at the same time juga sesuatu yang paling loveable menurut gue,” kata Marcell.

Suami Rima Melati tersebut juga mengatakan agama Islam yang dianutnya saat ini mengajarkannya untuk selalu ikhlas. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

“Menurut gue ajaran yang gue jalanin sekarang ini membuat gue jadi bisa ikhlas dalam melihat segala hal,” ujarnya. (*/Inews)

Demokrat
Royal Juli