Alat Pelindung Diri dan Makanan Ringan Jadi Barang yang Penting Dibawa Jemaah Saat di Armuzna
MAKKAH – Saat pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau 26 Mei 2026 besok, jemaah haji disarankan untuk membawa barang-barang yang bisa mendukung kenyamanan dalam beribadah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta jamaah haji agar tidak lupa dalam membawa perlengkapan pribadi.
“Pertama tentu obat-obatan penting. Jemaah dengan obat-obatan pribadi harus dibawa,” kata Dahnil seusai menyampaikan arahan kepada Sektor 6 Makkah di Wehdah Alkhair Hotel Jumat (22/5/2026) malam.
Dahnil juga menyarankan jemaah membawa makanan ringan untuk mengganjal perut agar tidak terlalu lapar selama mobilitas tinggi pada rangkaian puncak haji.
Namun ia mengingatkan agar memilih makanan yang tidak merepotkan.
“Kemudian kalau punya makanan-makanan supaya ganjal-ganjal perut, supaya nggak lapar sekali, maka bisa dibawa. Tapi jangan kemudian yang merepotkan karena mereka mobilitasnya akan tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, Wamenhaj menegaskan Kementerian Haji dan Umrah akan berupaya menyediakan kecukupan makanan di seluruh lokasi Armuzna.
Termasuk untuk bertahan dalam kondisi cuaca panas di Puncak Haji, Dahnil mengingatkan para jemaah agar membawa alat perlindungan diri (APD), seperti payung, sunblock, dan alas kaki yang nyaman.
“Penggunaan payung, dan alat pelindung diri. Jangan lupa bawa payung, kemudian sunblock. Lalu sandal yang digunakan supaya kemudian bisa berjalan kaki dengan nyaman,” kata dia.
Tak kalah penting, jemaah bisa membawa kaca mata hitam, masker, topi, serta satu kain ihram pengganti, dan pakaian ganti untuk selesai melepas kain ihram. (*/Red/MCH-2026)


