Shalat Jum’at Perdana di Nabawi pada Musim Haji, Petugas Antisipasi Jemaah Indonesia Kehilangan Sandal
MADINAH – Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, DR. Khalilurrahman, mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mempersiapkan diri dengan baik menjelang pelaksanaan salat Jumat pertama di Madinah.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi cuaca yang cukup ekstrem serta potensi kendala yang kerap dihadapi jemaah di lapangan.
Ia menekankan bahwa suhu udara di Madinah pada siang hari bisa mencapai tingkat yang cukup tinggi, sehingga jemaah perlu memperhatikan perlengkapan pribadi guna menjaga kesehatan selama beraktivitas di luar ruangan.
“Karena cuaca di Madinah cukup ekstrem, bisa mencapai siang hari bisa mencapai 35 derajat celcius, kami menghimbau kepada jemaah yang akan melaksanakan jumat pertama jangan lupa membawa alat pelindung diri,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, alat pelindung diri tersebut sangat penting untuk mengurangi risiko paparan panas secara langsung yang dapat berdampak pada kondisi fisik jemaah.
“Baik itu payung, kemudian masker, kemudian membawa semprotan, membawa minuman, dan sandal,” katanya.
Selain faktor cuaca, Khalilurrahman juga mengingatkan jemaah agar memperhatikan pengelolaan barang pribadi, khususnya sandal, saat berada di Masjid Nabawi.
Hal ini penting untuk menghindari kehilangan atau tertukar yang dapat menyulitkan jemaah saat kembali ke penginapan.
“Ketika nanti salat di Masjid Nabawi agar tidak diletakkan di loker-loker penitipan sandal yang berada di dalam Masjid Nabawi. Sandal supaya dimasukkan dalam kresek,” ujarnya.
Ia menyarankan agar sandal dibawa sendiri oleh jemaah dengan cara yang lebih aman agar mudah ditemukan kembali setelah selesai beribadah.
“Dimasukkan dalam tas dan dibawa, jangan ditinggal karena pintu masuk Masjid Nabawi jumlahnya banyak,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kejadian jemaah kehilangan sandal bukan hal baru dan kerap terjadi pada musim haji sebelumnya, bahkan dapat berdampak pada kesehatan jemaah.
“Potensi jemaah ketika dia lupa meletakkan sandalnya dan pulang tidak menggunakan sandal, maka banyak jemaah nanti yang kakinya melepuh sebagaimana yang terjadi pada tahun-tahun yang lalu,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia meminta jemaah agar segera mencari bantuan petugas apabila mengalami kendala di area Masjid Nabawi, termasuk ketika kehilangan sandal.
“Jemaah lupa menempatkan sandalnya, supaya tidak keluar dari area Masjid Nabawi, cari petugas, nanti petugas di area Masjid Nabawi sudah punya stok sandal,” katanya.
Petugas, lanjutnya, telah disiagakan di sejumlah titik strategis untuk membantu kebutuhan jemaah, sehingga diharapkan jemaah tidak perlu khawatir apabila menghadapi situasi darurat.
“Nanti bisa minta kepada petugas yang berada di area sektor khusus Masjid Nabawi untuk minta sandal supaya tidak kembali ke hotel dengan nyeker,” ujarnya
Selain itu, Khalilurrahman juga mengingatkan pentingnya kebersamaan antar jemaah saat menuju dan kembali dari masjid, guna meminimalkan risiko tersesat atau terpisah dari rombongan.
“Jangan lupa untuk ketika ke masjid jangan sendiri-sendiri, upayakan beregu 10 orang supaya nanti ketika mereka keluar tidak lupa hotelnya,” pungkasnya. (*/ARAS)


