Sebut Rugikan Warga, Pemuda Ciwandan Minta DLH Tinjau Ijin Operasi PT GJI

Gerindra Nizar

CILEGON – Baru beroperasi dua pekan, PT. Growt Java Industri (nama pengganti Indoferro new) yang berada di link Ciwandan, Kota Cilegon, diduga telah  mencemari lingkungan. Akibatnya, Karang Taruna meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk meninjau ulang beroperasinya PT. Growt Java Industri (GJI).

“Ya, banyak warga yang mengeluh akibat beroperasinya PT. Indoferro yang sekarang berganti nama menjadi PT Growt Java Industri (GJI). Awalnya saya tidak mengindahkan keluhan yang disampaikan masyarakat. Namun kok lambat laun yang mengeluhkan semakin banyak, bahkan saya mendapat laporan ada seorang perempuan dari pengendara motor yang terjatuh diakibatkan debu yang numpuk di Jalan Lingkar Selatan (JLS) karena beroperasinya PT. GJI tidak bermaslahat dan banyak mudhlorotnya bagi masyarakat, saya pinta DLH untuk tinjau ulang,” ujar Ahmad Mahdi, Ketua Karang Taruna Ciwandan saat ditemui di kediamanya. Senin (20/5).

Bahkan lanjutnya, keluhan itu datang dari warga pengguna jalan lain, mereka mengeluhkan hal yang sama yakni usai melintas di JLS mobilnya kotor dan berbau amis akibat lumpur Nikel Ore yang di hasilkan PT. GJI.

Fraksi serang

“Dampaknya semakin meluas dan banyak warga yang menyampaikan unek – unek ke saya, bahkan ada masyarakat yang mengirim pesan yang mengatakan ‘Ketua Karang Taruna Ciwandan tidur apa pura – pura tidur’, kan agak sedikit lucu mereka yang usaha kok saya yang kena,” katanya.

“Persoalan ini memang kompleks, artinya keberadaan perusahaan ini tergolong berat, keberadaannya di tengah – di tengah pemukiman bahkan di atas bukit. Selain itu juga ada laporan lagi bahwa keberadaan Indoferro new ini sebelumnya ada perjanjian tertentu yang dilakukan dengan beberapa warga sebelum beroperasi lagi. Ketika saya tanyakan langsung ke RT setempat ternyata hal itu benar,” katanya.

Fraksi

“Saya juga akan komunikasi dengan Karang Taruna Kota Cilegon (terutama pada bidang lingkungan) supaya membantu memecahkan masalah yang saya dengar sekali lagi kompleks sekali,” imbuhnya.

Kalo dari internal akunya, pengurus Karangtaruna Kecamatan Ciwandan menginginkan PT. GJI dikaji ulang keberadaannya. Yang dulunya sudah tutup sampai mem-PHK ribuan karyawannya sekarang beroperasi lagi.

“Dari situ temen dalam urun rembuk bertanya-tanya kok bisa ini jalan lagi, proses ijinnya seperti apa. Jangan sampai warga sekelingnya tidak tahu menahu ijin terbitnya, dari sisi Ini juga kami akan menanyakan ke DLH, bagaimana Dokumen lingkungan dan ijin lingkungnya. Kami ini tidak bermaksud mengganggu yang sedang berusaha disana, kita akan dukung terus pengusaha lokal untuk tetap berjalan dengan baik, kami pun tidak berharap industri yang tergolong industri berat ini ditutup begitu saja.
Akan tetapi kita sama – sama cari solusinya supaya keberadaannya lebih manfaat dan dampak negatifnya diminimalisir agar tidak terjadi masalah musiman di tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, sehubungan dengan ini bulan suci romadhon semua pihak menjaga kesucianya, kami juga mengimbau jaga amarah jangan sampai ini juga ditafsirkan kesana kemari.

“Namun walaupun demikian kami akan tindaklanjuti masalah ini usai bulan suci Romadhan dan dalam minggu ini juga kami Karang Taruna Ciwandan akan layangkan surat kepda PT. GJI untuk menjaga keamanan dan keramahan lingkungan, kalau bisa kegiatan angkutan bahan baku ditunda dulu sampai kita senua duduk bersama karena kami akan mencoba memediasi, mengundan semua pihak diantaranya PT. GJI, PT. JKP, Dinas Lingkungan Hidupv(DLH) dan warga sekitar beserta tokoh – tokoh lain yang berkaitan setelah Hari Raya nanti,” tutupnya. (*/Red)

Gerindra kuswandi