Wisata Anyer

Dekat Gerbang Masjid Nabawi, Ada Museum yang Mengajak ke Rumah Rasulullah Lewat Teknologi

MADINAH — Hanya butuh jalan kaki antara pintu 305 sampai 307 Masjid Nabawi, jemaah bisa merasakan suasana rumah baginda Nabi Muhammad SAW.

Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad dan Peradaban Islam, menghadirkan layar interaktif hingga ruangan panorama untuk merekonstruksi kehidupan Nabi 14 abad silam.

“Di sini jemaah akan dibawa ke masa bagaimana Masjid Nabawi di masa Rasul serta kamar rumah Rasulullah SAW,” kata Guide Museum, Muhammad Adz Dzahabie, Kamis (7/5/2026).

Tak sekadar replika dan foto, museum juga memakai magic box yang menampilkan visual perabotan masa Rasulullah SAW.

Ada juga layar sentuh yang mengulas tema keluarga Rasul, ciri fisik Rasul, hingga kondisi Kota Madinah saat itu.

Museum ini disebut juga Museum Anwar Wa Atar yang berada di bawah naungan Liga Muslim Dunia dan fokus pada kehidupan Rasulullah SAW.

“Anda nanti akan dipandu untuk belajar bersama tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW dan bagaimana kondisi Kota Madinah di masa Rasul,” kata Adz Dzahabie yang ternyata merupakan mahasiswa asal Indonesia.

Bagi jemaah yang ingin berkunjung, tak perlu khawatir bahasa akan menjadi kendala, sebab tersedia 7 bahasa pemandu, termasuk Indonesia, Arab, Inggris, Urdu, Turki, Rusia, dan Perancis.

“Khusus layanan museum bahasa Indonesia, dibuka pukul 08.00 pagi sampai ba’da Asar, hari Ahad sampai Kamis. Jumat mulai ba’da Jumatan, Sabtu mulai ba’da Asar,” jelasnya.

Ide museum ini sebenarnya sudah digagas 20 tahun lalu oleh para peneliti. Mereka menggunakan referensi utamanya dari Al-Qur’an dan Al-Hadis.

Sedangkan untuk harga tiket sendiri dibanderol 40 riyal untuk satu bagian, dan senilai 70 riyal untuk paket tur lengkap dua lantai.

“Sosok Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling ideal yang diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak mulia. Kita wajib mempelajari kehidupan beliau agar bisa meniru jejaknya,” ujarnya.

Media Center Haji (MCH) berkesempatan untuk mengunjungi tempat yang bernama The International Fair and Museum of The Prophet’s Bhography ini.

Di sejumlah bagian, ada Maket Kota Makkah dan Madinah yang menjelaskan gambaran kampung halaman nabi di era itu.

Ada juga replika Masjid Nabawi ketika pertama kali dibangun, lengkap dengan pilar-pilar batang pohon dan atap dari pelepah daun kurma.

Yang juga bikin haru soal mimbar Rosulullah, yang diceritakan membuat iri batang kurma yang selama ini menjadi sandaran Rosulullah saat khutbah dan menjadi imam.

Satu lagi, lewat penjelasan Guide Adz Dzahabie dan juga layar studio 3D, ternyata benar-benar menggambarkan kesederhanaan tempat tinggal manusia agung yang tak tergantikan kemuliaannya hingga akhir zaman ini. (*/Red/MCH-2026)

Hardiknas DPRD Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien