Wisata Anyer

Museum Biografi Nabi Muhammad SAW di Madinah, Hadirkan Teknologi Interaktif dan Edukasi Sejarah Islam

MADINAH – Museum Internasional Biografi Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam di Madinah menjadi salah satu destinasi edukasi religi yang menarik perhatian jemaah umrah dan haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Museum yang berada di bawah naungan Liga Muslim Dunia itu berlokasi sangat dekat dengan Masjid Nabawi, tepatnya di sekitar pintu gerbang 305 dan 307.

Media Center Haji (MCH) berkesempatan untuk mengunjungi destinasi wisata reliji yang bernama The International Fair and Museum of The Prophet’s Bhography ini, Kamis (7/5/2026).

Awal memasuki museum, kita dipandu untuk melihat layar-layar digital interaktif, yang memuat semua informasi atau ilmu tentang sejarah Nabi Muhammad SAW.

Ada bagian ruangan yang terdapat Maket Kota Makkah dan Madinah, menampilkan bentuk rumah-rumah dan kampung halaman nabi pada era awal Islam.

Kita juga diajak melihat sejumlah replika tempat-tempat bersejarah di Tanah Suci. Dimana nabi Muhammad SAW pernah singgah dan menorehkan sejarah, pada beberapa fase kehidupannya.

Ada juga replika Masjid Nabawi ketika pertama kali dibangun, lengkap dengan pilar-pilar yang terbuat dari batang pohon, dan atapnya dari pelepah daun kurma.

Yang juga bikin haru soal mimbar Rosulullah di Masjid Nabawi, yang diceritakan tentang mimbar itu ternyata membuat sedih batang kurma yang selama ini menjadi tiang sandaran Rosulullah saat khutbah dan menjadi imam.

Satu lagi, lewat penjelasan pemandu dan juga layar studio D dengan konsep panorama visual modern, ditampilkan bentuk kesederhanaan tempat tinggal manusia agung yang tak tergantikan kemuliaannya hingga akhir zaman ini.

Muhammad Adz Dzahabie selaku guide menjelaskan, museum tersebut secara khusus menghadirkan pembelajaran mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW serta perkembangan peradaban Islam melalui teknologi modern dan tampilan interaktif.

“Museum ini berbicara secara spesifik tentang bagaimana kehidupan Nabi Muhammad SAW. Para pengunjung akan dipandu untuk belajar mengenai kehidupan Rasulullah SAW dan juga kondisi Kota Madinah pada masa beliau,” ujar Adz Dzahabie kepada Media Center Haji, Kamis (7/5/2026).

Dijelaskannya, museum dilengkapi berbagai layar interaktif yang menampilkan sejarah kehidupan Rasulullah SAW, mulai dari kehidupan keluarga, perjalanan dakwah, hingga ciri fisik Nabi Muhammad SAW.

Pada sejumlah bagian museum, dibuat konsep panorama visual modern. Termasuk visualisasi Kota Madinah dan Makkah, seperti gambar pada masa Rasulullah.

“Tujuan didirikannya museum ini adalah mengenalkan kembali sosok Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi umat Islam dan seluruh umat manusia,” katanya.

Menurutnya, museum serupa tidak hanya berada di Madinah, tetapi juga memiliki cabang di beberapa negara lain seperti Makkah, Maroko, dan Senegal.

Adz Dzahabie menjelaskan, ide pengembangan museum tersebut telah dimulai sejak sekitar 20 tahun lalu melalui kajian para peneliti mengenai kehidupan Rasulullah SAW dengan sumber utama berasal dari Al-Qur’an dan hadis.

“Sosok Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling ideal yang diutus Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak mulia. Karena itu umat Islam perlu mempelajari kehidupan Rasulullah agar bisa meneladani jejak beliau,” ujarnya.

Museum itu juga menyediakan layanan dalam berbagai bahasa, di antaranya Arab, Inggris, Indonesia, Urdu, Turki, Rusia, dan Perancis.

Khusus layanan bahasa Indonesia tersedia setiap hari Ahad hingga Kamis mulai pukul 08.00 waktu setempat hingga selepas Ashar. Sementara Jumat dibuka setelah shalat Jumat dan Sabtu mulai selepas Ashar.

Dari sisi teknologi, museum menggunakan layar interaktif terkini dan “magic box” untuk menampilkan visualisasi peralatan pada masa Rasulullah SAW.

Terdapat pula ruang panorama yang menghadirkan gambaran rumah Rasulullah SAW secara visual.

Untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan biaya 40 riyal untuk satu museum. Sedangkan paket lengkap dua museum dibanderol 70 riyal per orang.

Pemesanan tiket dapat dilakukan langsung di loket maupun melalui situs resmi museum dengan pilihan jadwal dan pemandu sesuai bahasa yang diinginkan. (*/Red/MCH-2026) 

Hardiknas DPRD Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien