Diskusi SWOT: PLTPB Padarincang, Seolah Neraka Dihadirkan

Lazisku

SERANG – Aula UIN SMH Banten menjadi saksi atas maraknya organisasi kemahasiswaan dalam mengkritisi proses pembangunan Geothermal atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB).

Kini, Sanerikat Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Banten mengadakan diskusi publik terkait perkembangan pembangunan Geothermal yang bertajuk ‘Geothermal, Siapa yang Diuntungkan?’. Kamis (25/7/2019).

SWOT menilai dampak dari proses eksploitasi pembangunan Geothermal akan memunculkan adanya titik-titik uap panas, lumpur panas, gas beracun dan menambah potensi gempa tektonik.

Ks

Turut hadir aktivis lingkungan Padarincang dan Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Banten, sebagai narasumber kegiatan diskusi publik tersebut.

Kpu

Doif, selaku aktivis lingkungan, menuturkan bahwa keberadaan Geothermal akan banyak menghasilkan dampak kerusakan alam.

“Seolah neraka dihadirkan, karena memang dalam proses eksploitasi, akan menyebabkan banyak dampak kerusakan alam, sehingga efeknya tidak hanya di Padarincang, tapi juga akan ke seluruh daerah,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Banten Achmad Herwandi menyampaikan, proses pembangunan geothermal juga dikhawatirkan akan berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat Padarincang.

“Padahal daerah Cadassari hingga Padarincang merupakan pagar moral bagi Banten. Di sini banyak pondok pesantren dan santri-santri. Fakta yang terjadi, ketika muncul investasi, maka akan muncul juga liberalisasi sosial, dan lainnya,” tandas Herwandi. (*/Qih)

DPRD Banten LH
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien