Anggaran Pendidikan Lebak Rp1,139 Triliun, Bupati Dorong Optimalisasi Peran Guru Jadi Kunci Mutu Pembelajaran
LEBAK – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menekankan pentingnya optimalisasi peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Lebak, Banten.
Dengan anggaran Dinas Pendidikan yang mencapai Rp1,139 triliun, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pemerataan guru, dan efektivitas penggunaan anggaran menjadi perhatian agar program pendidikan memberikan manfaat nyata bagi siswa.
“Peran guru harus dioptimalkan,” demikian penegasan Bupati Hasbi dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lebak.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
Guru memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami pelajaran, membangun karakter, mengembangkan kemampuan berpikir, dan menumbuhkan kepercayaan diri.
Karena itu, anggaran pendidikan perlu diikuti dengan program yang tepat sasaran, mulai dari pelatihan guru, pemerataan tenaga pendidik, hingga evaluasi hasil belajar siswa di berbagai wilayah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, menjelaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan terus didorong melalui berbagai kegiatan pelatihan dan kerja sama dengan sejumlah pihak.
Menurut Dodi, sekitar 12,6 persen dari anggaran yang menjadi dasar pembahasan dialokasikan untuk peningkatan mutu guru melalui kegiatan pelatihan.
“Berbagai pelatihan kami dorong untuk meningkatkan mutu guru. Harapannya, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di sekolah dan dibagikan kepada guru lainnya,” ujar Dodi.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah Program BISA PandAI Numerasi di Kabupaten Lebak. Program ini mendorong guru dan siswa mempelajari matematika melalui pendekatan yang lebih aktif, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Dalam kegiatan tersebut, siswa berlatih menjelaskan materi penjumlahan di depan kelas.
Mereka juga mengikuti permainan edukatif untuk mengasah kemampuan berhitung sekaligus melatih kerja sama dan rasa percaya diri.
Sementara itu, para guru mengikuti kegiatan microteaching atau praktik mengajar untuk mendalami materi pengenalan bilangan 11-19 serta pendekatan pembelajaran matematika melalui metode Gasing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih gampang, asyik, dan menyenangkan. Guru yang mengikuti pelatihan juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan kepada rekan-rekannya,” kata Dodi.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu guru menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.
Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami konsep dan berani menyampaikan hasil pemikirannya.
Untuk memperluas pengembangan kompetensi tenaga pendidik, Dinas Pendidikan Lebak mendorong kolaborasi dengan berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan.
Mitra yang disebutkan dalam keterangan Dodi antara lain Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), PT Astra, Telkom, serta Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas guru, pengembangan metode pembelajaran, dan pertukaran pengetahuan antartenaga pendidik.
“Kami melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PGRI, PT Astra, Telkom, dan kelompok kerja kepala sekolah. Harapannya, kolaborasi ini dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Lebak,” tutur Dodi.
Selain pelatihan pembelajaran, pengembangan kemampuan calon kepala sekolah juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan.
Kompetensi guru dan kepemimpinan sekolah perlu berjalan beriringan. Guru membutuhkan kemampuan mengajar yang terus berkembang, sementara kepala sekolah berperan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Dodi berharap guru yang telah mengikuti pelatihan dapat membagikan pengetahuan kepada rekan-rekannya sehingga manfaat program menjangkau lebih banyak sekolah.
Selain peningkatan kompetensi, pemerataan tenaga pendidik menjadi pekerjaan penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Lebak yang memiliki wilayah geografis cukup luas.
Dinas Pendidikan melakukan pendataan dan pemetaan sebaran guru untuk mengetahui kebutuhan tenaga pendidik di setiap sekolah.
Langkah ini diperlukan agar perencanaan penempatan guru dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
“Kami melakukan pendataan dan pemetaan sebaran guru untuk mengetahui kebutuhan di setiap wilayah. Data tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi agar pemenuhan tenaga pendidik lebih tepat sasaran,” ujar Dodi.
Dodi juga menyampaikan angka 1.007 guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.
“Untuk guru yang sudah memiliki sertifikasi sekitar ribuan. Dari total keseluruhan tenaga pendidik dan kependidikan 1700, sisanya adalah tenaga kependidikan,” ujarnya.
Dapat diketahui, gaji pokok Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu sebesar Rp3.203.600, dengan komponen tunjangan profesi guru sebesar Rp3.203.600.
Untuk pegawai negeri sipil (PNS) golongan III/a, data tersebut mencantumkan gaji pokok Rp2.964.000 dengan komponen tunjangan profesi guru dalam jumlah yang sama.
Sementara itu, untuk PPPK paruh waktu, bahan yang diterima mencantumkan penghasilan Rp500.000 dan komponen sertifikasi Rp2.000.000. Disebutkan pula bahwa belum semua guru dalam kelompok tersebut memiliki sertifikat pendidik.
Besarnya anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak menjadi sumber daya penting untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan.
Namun, penggunaan anggaran perlu diukur melalui hasil yang dirasakan oleh sekolah, guru, siswa, dan masyarakat.
Evaluasi tidak cukup hanya melihat penyerapan dana atau jumlah kegiatan yang terlaksana. Pemerintah daerah juga perlu menilai dampaknya terhadap kemampuan mengajar guru, pemerataan tenaga pendidik, kualitas pembelajaran, dan perkembangan prestasi siswa.
Dodi mengatakan evaluasi terus diupayakan untuk mendukung ketepatan sasaran anggaran dan capaian program pendidikan.
“Kami terus mengupayakan evaluasi terhadap ketepatan sasaran anggaran dan capaian kegiatan. Harapannya, program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi guru dan siswa,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah siswa Kabupaten Lebak telah meraih prestasi dalam bidang sains dan bidang lainnya.
Capaian tersebut perlu didukung melalui pembinaan berkelanjutan, pendampingan guru, dan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan bakatnya.
Prestasi siswa dapat menjadi salah satu indikator perkembangan pendidikan.
Meski demikian, penilaian mutu pendidikan juga perlu memperhatikan kemampuan dasar membaca dan berhitung, kehadiran siswa, pemerataan akses, serta suasana belajar yang aman dan mendukung.
Selain kompetensi guru dan dukungan anggaran, partisipasi masyarakat dalam pendidikan juga menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama.
Orang tua memiliki peran dalam mendampingi anak belajar di rumah, sedangkan sekolah perlu membangun komunikasi yang baik dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Dukungan pemerintah dan masyarakat juga diperlukan agar persoalan akses serta keberlanjutan pendidikan dapat ditangani secara bersama-sama.
Penekanan Bupati Hasbi Jayabaya mengenai optimalisasi peran guru menjadi relevan dengan upaya tersebut.
Peningkatan mutu pendidikan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya tanggung jawab tenaga pendidik di ruang kelas.
Dengan pelatihan yang tepat sasaran, pemerataan guru, perhatian terhadap kesejahteraan, dan evaluasi anggaran yang terukur, pembangunan pendidikan di Kabupaten Lebak diharapkan semakin berorientasi pada kebutuhan siswa.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan juga oleh perubahan nyata dalam proses belajar, kesempatan pendidikan yang lebih merata, serta kemampuan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan. (*/Sahrul).


