Gara-gara Obat Nyamuk, Ponpes Salafi di Cimarga Lebak Ludes Dilalap Api

DPRD Pandeglang Adhyaksa

LEBAK – Pondok Pesantren Salafi Alunian di Kampung Cilaki RT/RW 01/01 Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, dilalap si jago merah tadi malam pada pukul 21.30 WIB, Kamis (19/10/2017).

Ponpes tersebut dihuni sebanyak 15 orang santri.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Ustadz Gugun (35) menceritakan, kebakaran tersebut terjadi bermula saat santri sedang tertidur di kamar kobong nomor 2 yang dihuni oleh 4 orang santri. Keempat santri tersebut bernama Keanu, Putra, Nial dan Rusli.

“Dari empat santri tersebut, tiga diantaranya sudah terlelap tidur, sedangkan satu orang santri Rusli (15) sedang keluar. Seperti biasanya sebelum tidur santri menyalakan obat nyamuk bakar, namun karena obat nyamuk tersebut terjatuh sehingga membakar buku dan merambat ke bagian bangunan pondok,” kata Gugun.

Bangunan Pondok yang sebagian besar terbuat dari bahan yang mudah terbakar mengakibatkan api dengan cepat membakar bangunan pondok tersebut.

Loading...

“Pondok itu terbuat dari bahan kayu dan triplek, sehingga mudah terbakar,” katanya.

Gugun menjelaskan bahwa kurang dari satu jam api dapat dipadamkan oleh warga sekitar yang dibantu oleh beberapa personel Polsek Cimarga menggunakan air kolam yang tidak jauh dari Pondok serta dibantu oleh mobil Damkar Kabupaten Lebak.

Akibatkan kebakaran itu, Ponpes  diduga mengalami kerugian materil hingga puluhan juta rupiah, meski  tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Untuk proses lebih lanjut pihak Kepolisian Polsek Cimarga mencari saksi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Sementara beberapa anggota Polsek Cimarga yang datang langsung ke lokasi kejadian yaitu Ka SPKT 2 Bripka Yoga Aznan, Bawas Kanit Binmas Bripka Agung dan Andi Herdianto. (*/Nana Sofyan)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien