Heboh! Oknum ASN Diduga Merangkap Wartawan, Aktivis Soroti Integritas Dunia Pendidikan di Lebak

 

LEBAK– Kabupaten Lebak dihebohkan dengan kemunculan dugaan seorang kepala sekolah yang turut aktif menjalani profesi sebagai wartawan.

Parahnya lagi, oknum tersebut diduga sempat meminta uang secara paksa kepada narasumber dengan mengatasnamakan media.

Praktik ini pun mengundang keprihatinan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari aktivis sosial Lebak, Adit, yang menilai tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap etika profesi dan aturan kepegawaian.

“Ini bukan sekadar soal rangkap jabatan, tapi menyangkut moralitas dan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan. Bagaimana bisa seorang ASN, apalagi kepala sekolah, justru menodai profesinya dengan menjadi wartawan yang minta-minta uang?” ungkap Adit kepada wartawan, Senin (9/6/2025).

Menurutnya, aturan yang berlaku jelas melarang ASN untuk menjalankan profesi lain yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Apalagi jika disertai dugaan intimidasi atau pemaksaan kepada narasumber.

“Ini sangat disayangkan. Dunia pendidikan harus bersih dari praktik-praktik semacam ini. Jika tidak ditindak, jangan heran kalau publik makin apatis,” tegasnya.

Adit pun mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak untuk segera bertindak cepat dan memberikan klarifikasi kepada publik.

Ia juga meminta agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan akuntabel.

“Jika terbukti, sanksinya harus tegas. Jangan ada toleransi untuk oknum semacam ini. Dunia pendidikan dan profesi jurnalis itu mulia, jangan dicemari oleh individu tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Fakta Banten masih berusaha untuk meminta keterangan dari Dindik Lebak. (*/Sahrul).

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien