Wisata Anyer

IMALA Ungkap Kondisi Balita Stunting dan Rumah Tak Layak Huni, Pemerintah Lakukan Asesmen

LEBAK – Kondisi memprihatinkan yang dialami sebuah keluarga di Desa Kaduhauk, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, terungkap setelah Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Lebak (PP IMALA) melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Dalam temuan tersebut, IMALA mendapati seorang balita berusia dua tahun yang mengalami stunting dan polio serta tinggal bersama keluarganya di rumah yang dinilai tidak layak huni.

Berdasarkan hasil pemantauan, keluarga tersebut hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kondisi rumah yang ditempati masih jauh dari kata layak, bahkan tempat tidur keluarga itu hanya beralaskan karpet yang dibentangkan di atas lantai tanah.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat yang membutuhkan perhatian dan penanganan segera.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kecamatan Banjarsari bersama sejumlah pihak terkait melakukan kunjungan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi keluarga dan melakukan asesmen awal terhadap kebutuhan yang diperlukan.

Kunjungan tersebut dipimpin Camat Banjarsari, Mahfud Basyir, S.Pd., M.M., didampingi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banjarsari Betri Marliyani, S.S., dr. Vera dari PKM Kumpay, Ketua Karang Taruna Kecamatan Banjarsari Asep Hamidi, serta Ketua Umum PP IMALA Ridwanul Maknunah.

Asesmen dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan balita maupun situasi sosial ekonomi keluarga sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Camat Banjarsari Mahfud Basyir mengatakan bahwa persoalan stunting menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan tumbuh kembang anak dan masa depan generasi muda.

“Temuan ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kecamatan Banjarsari. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar keluarga ini mendapatkan pendampingan dan bantuan yang diperlukan, terutama bagi balita yang mengalami stunting dan polio,” ujar Mahfud Basyir.

Sementara itu, Ketua Umum PP IMALA, Ridwanul Maknunah, menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan terus menjalankan fungsi sosial dengan menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat agar mendapatkan perhatian dari pihak terkait.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat, organisasi kepemudaan, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam upaya penanganan persoalan sosial, termasuk stunting dan kondisi hunian yang tidak layak.

Melalui pendataan dan asesmen yang telah dilakukan, diharapkan kebutuhan balita maupun keluarganya dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi, sehingga kualitas hidup keluarga tersebut dapat semakin baik di masa mendatang. (*/Sahrul).

DPRD Banten Tahun Baru Islam
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien