Harga BBM dan Bahan Pokok Melonjak, Pedagang Gorengan di Lebak Terpaksa Naikkan Harga Jual
LEBAK– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memberikan dampak nyata terhadap usaha kecil di Kabupaten Lebak.
Para pedagang gorengan yang selama ini mengandalkan keuntungan tipis kini harus menghadapi lonjakan harga berbagai bahan baku, mulai dari tepung hingga minyak goreng.
Amin, pedagang gorengan di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengaku kondisi tersebut membuat biaya produksi usahanya meningkat cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Amin, harga BBM jenis Pertamax yang dijual secara eceran kini mencapai sekitar Rp18 ribu per liter.
Sementara harga di SPBU juga mengalami kenaikan dibanding sebelumnya, sehingga berdampak pada biaya distribusi dan harga kebutuhan pokok.
“Kami merasakan langsung dampaknya. Harga bahan baku terus naik, sementara pembeli juga mempertimbangkan pengeluaran mereka,” ujar Amin, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan, harga tepung terigu yang sebelumnya berkisar Rp7.000 per kilogram kini naik menjadi Rp9.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada tepung aci yang semula Rp9.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.
Tak hanya itu, harga minyak goreng merek Minyakita di sejumlah warung sembako disebut telah menyentuh angka Rp22.000 per liter.
Kondisi tersebut membuat biaya produksi gorengan semakin membengkak.
Akibat tekanan biaya yang terus meningkat, Amin terpaksa menyesuaikan harga jual dagangannya.
Jika sebelumnya satu buah gorengan dijual Rp1.000, kini harganya menjadi Rp1.250 per buah.
“Kenaikan harga ini bukan karena ingin mengambil keuntungan lebih, tetapi untuk menjaga usaha tetap berjalan. Kalau harga tidak disesuaikan, modal yang keluar tidak sebanding dengan hasil penjualan,” katanya.
Meski harga jual naik, Amin mengaku tetap berupaya menjaga kualitas dan ukuran gorengan agar pelanggan tidak kecewa.
Ia berharap harga BBM dan kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga pelaku usaha mikro tidak semakin terbebani.
Kenaikan harga bahan bakar dan bahan pokok saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku UMKM.
Di tengah kondisi tersebut, banyak pedagang kecil berharap adanya stabilitas harga agar usaha mereka tetap bertahan dan daya beli masyarakat tidak terus menurun. (*/Sahrul).

