Jelang Ramadan Harga Daging di Lebak Merangkak Naik, Pedagang Keluhkan Daya Beli Menurun

 

LEBAK– Menjelang Ramadan 2025, harga daging sapi dan kerbau di pasar tradisional Kabupaten Lebak mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp140 ribu- Rp160 ribu per kilogram.

Kenaikan sudah berlangsung sejak sepekan lalu. Lonjakan harga ini membuat para pedagang dan konsumen semakin resah, terutama karena daya beli masyarakat yang cenderung melemah.

Pantauan di beberapa pasar, seperti Pasar Rangkasbitung, dan Pasar Warunggunung, menunjukkan kenaikan harga yang cukup drastis dibandingkan bulan sebelumnya.

Beberapa pedagang mengaku kesulitan menjual daging karena banyak pelanggan yang mengurangi pembelian atau bahkan beralih ke sumber protein lain yang lebih terjangkau.

“Harga daging naik terus, sekarang sudah Rp140 ribu per kilogram. Biasanya sebelum Ramadan memang naik, tapi kali ini terasa lebih berat karena permintaan juga belum tinggi. Masyarakat masih pikir-pikir sebelum membeli,” ujar Ujang, seorang pedagang daging di Pasar Rangkasbitung, Kamis (27/2/2025).

Menurut Ujang, kenaikan harga ini bukan hanya karena meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, tetapi juga disebabkan oleh pasokan yang terbatas dan biaya distribusi yang semakin mahal.

Beberapa pedagang menyebutkan bahwa harga dari pemasok sudah naik sejak sepekan lalu, membuat mereka terpaksa menaikkan harga jual ke konsumen.

“Sudah berlangsung sejak minggu lalu ya, biasanya terus merangkak sampai hari raya Idul Fitri,” tandas Asep, pedagang daging lainnya.

Selain harga yang melonjak, daya beli masyarakat yang melemah juga menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang.

Beberapa pelanggan yang biasa membeli dalam jumlah banyak kini mulai mengurangi pembelian mereka.

“Biasanya pelanggan beli 2 kilogram, sekarang cuma setengah kilo atau satu kilo. Ada juga yang beralih ke ayam atau ikan karena harganya lebih murah,” kata Siti, pedagang lain di Pasar Warunggunung.

Pedagang berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menstabilkan harga, baik dengan operasi pasar maupun kebijakan yang memastikan pasokan daging tetap terjaga dan harga tidak semakin melambung.

Sementara itu, salah satu pembeli, Dewi (37), mengaku mulai mengurangi konsumsi daging sapi dan kerbau karena harganya yang semakin mahal.

“Biasanya beli buat stok di rumah, tapi sekarang cuma beli kalau benar-benar butuh. Kalau harga tetap tinggi, mungkin kita lebih banyak makan ayam atau tahu tempe selama Ramadan nanti,” ujarnya.

Para pedagang dan konsumen kini berharap agar harga daging segera stabil sebelum Ramadan tiba, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan tanpa terbebani harga yang semakin mahal. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien