Kandang Dekat Rumah, Dua Kerbau Warga Lebak Hilang Tanpa Terdengar Suara, Kerugian Ditaksir Capai Rp 80 Juta
LEBAK– Dua ekor kerbau milik Abah Pudin, warga Kampung Namohaur, Desa Cimenteng Jaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, hilang pada Selasa (29/9/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut diketahui ketika Abah Pudin keluar rumah sekitar pukul 00.30 WIB untuk kembali menyalakan api unggun di dekat kandang.
Padahal, sekitar pukul 23.00 WIB pada Senin (28/9/2026), kedua kerbau tersebut masih berada di kandang.
Abah Pudin mengatakan, malam itu dirinya sengaja membuat api unggun untuk menjaga kerbau.
Setelah api menyala, ia masuk ke rumah untuk membuat kopi sembari menonton televisi.
Sekitar pukul 00.30 WIB, Abah Pudin kembali keluar rumah dengan maksud membuat api unggun kembali. Namun, ia mendapati kedua kerbau sudah tidak berada di tempatnya.
“Sekitar jam 11 malam masih ada. Saya membuat api unggun untuk kerbau, kemudian masuk ke rumah membuat kopi sambil menonton TV. Sekitar setengah satu malam ketika keluar lagi, kerbaunya sudah tidak ada,” ujar Abah Pudin.
Menurut Abah Pudin, lokasi kandang berada tidak jauh dari rumah dan terletak di tengah kawasan permukiman. Karena itu, ia mengaku heran tidak mendengar suara kerbau ataupun aktivitas lain ketika kedua hewan ternaknya tidak lagi berada di kandang.
Hal lain yang menjadi perhatian, tali yang biasa digunakan untuk mengikat kedua kerbau juga berada di sekitar sisi rumah.
“Yang membuat heran, tidak terdengar suara kerbau dibawa. Padahal kandangnya dekat rumah dan berada di tengah permukiman. Talinya juga malingnya pakai yang di samping rumah,”katanya.
Kedua kerbau tersebut, lanjut Abah Pudin, berukuran cukup besar dan dalam kondisi bunting. Ia memperkirakan nilai kerugian akibat kehilangan dua ekor ternak itu mencapai sekitar Rp80 juta.
Setelah mengetahui kerbau miliknya hilang, Abah Pudin bersama keluarga dan warga langsung melakukan pencarian. Sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan kerbau disisir hingga ke beberapa wilayah sekitar.
Mukti, warga setempat yang juga merupakan saudara Abah Pudin, turut terlibat dalam pencarian. Bersama warga lainnya, ia menyusuri sejumlah lokasi menggunakan sepeda motor.
“Dicari ramai-ramai. Kami menyusuri Pasir Eurih, Buah, Tegarama, Jangkar, Bojong sampai Ciampo. Saya bersama Tomi menggunakan motor untuk mencari,” kata Mukti.
Penyisiran berlangsung hingga menjelang pagi. Setelah beberapa jam mencari ke sejumlah lokasi, warga kemudian menghentikan pencarian sekitar pukul 04.00 WIB karena kedua kerbau belum ditemukan.
Dalam pencarian tersebut, warga juga mendapatkan informasi mengenai adanya jejak kerbau di sekitar jembatan. Informasi itu kemudian menjadi salah satu petunjuk yang ditelusuri warga.
“Ada informasi dari anak-anak kampung, katanya terlihat bekas lewat kerbau di sekitar jembatan,” ujarnya.
Namun, hingga pencarian dihentikan sementara, keberadaan kedua kerbau tersebut belum diketahui.
Abah Pudin juga menyebut hilangnya dua kerbau miliknya bukan kejadian pertama yang dialami warga di lingkungan sekitar. Menurut dia, sudah beberapa kali warga setempat kehilangan ternak kerbau.
“Di sini bukan habis karena dijual, tapi dimaling. Sudah hampir lima kali lebih warga sekitar mengalami kerbau hilang,” kata Abah Pudin.
Atas kejadian tersebut, keluarga bersama warga masih berupaya mencari keberadaan kedua kerbau tersebut.
Abah Pudin berharap apabila ada masyarakat yang mengetahui keberadaan atau menemukan kedua ternaknya, informasi tersebut dapat segera disampaikan kepada keluarga.
Hingga berita ini disusun, dua ekor kerbau milik Abah Pudin masih dalam pencarian. (*/Sahrul).


