Wisata Anyer

Puskesmas Bayah Perkuat Komitmen Lebak Ruhay dan Lebak Sehat melalui Deteksi Dini Kesehatan Siswa

LEBAK– Komitmen membangun masyarakat yang sehat menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan Lebak Ruhay. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan deteksi dini kesehatan anak usia sekolah melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Sebanyak 488 siswa Sekolah Rakyat jenjang SD dan SLTP menjalani pemeriksaan kesehatan pada Senin (28/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan dari Puskesmas Bayah turut memberikan pelayanan pemeriksaan kepada peserta didik.

Kepala Puskesmas Bayah, dr. Erwan Susanto, menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mengetahui kondisi peserta didik sejak dini. Pemeriksaan juga dapat menjadi langkah awal apabila ditemukan keluhan atau kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian.

“Sinergi ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam mewujudkan peserta didik yang sehat sehingga mampu mengikuti proses pembelajaran secara optimal,” ujar dr. Erwan, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, kesehatan anak tidak cukup diperhatikan ketika muncul keluhan. Pemantauan secara berkala diperlukan agar kondisi kesehatan dapat diketahui dari waktu ke waktu dan kebutuhan penanganannya dapat ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Dalam pelaksanaan CKG, siswa menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan dasar. Pemeriksaan antara lain meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, gigi dan mulut, serta pemeriksaan kesehatan umum.

Rangkaian pemeriksaan tersebut memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan masing-masing peserta didik. Data yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah yang diperlukan apabila ditemukan keluhan atau indikasi gangguan kesehatan.

Sebanyak 488 siswa SD dan SLTP mengikuti pemeriksaan pada pelaksanaan tersebut. Sementara pemeriksaan bagi peserta didik jenjang SMA dijadwalkan dilanjutkan pada hari berikutnya.

“Semua siswa Sekolah Rakyat mengikuti CKG, SD dan SLTP. Untuk SMA, kita lanjutkan lagi esok hari,” kata dr. Erwan.

Pemeriksaan kesehatan menjadi lebih berarti apabila hasilnya diikuti dengan tindak lanjut. Siswa yang ditemukan memiliki kondisi yang membutuhkan perhatian dapat memperoleh pelayanan sesuai tingkat kebutuhan dan hasil pemeriksaan.

Untuk gangguan kesehatan yang masih dapat ditangani di tingkat puskesmas, pelayanan diberikan melalui fasilitas kesehatan tersebut.

Apabila kondisi peserta didik membutuhkan pemeriksaan atau tindakan lebih lanjut, penanganan dapat dilanjutkan melalui mekanisme rujukan ke rumah sakit sesuai kebutuhan medis dan ketentuan layanan BPJS Kesehatan.

Dengan pola tersebut, hasil CKG tidak berhenti sebagai catatan pemeriksaan. Informasi kesehatan yang diperoleh dapat membantu orang tua dan lingkungan pendidikan memahami kondisi anak serta menentukan langkah berikutnya bersama tenaga kesehatan.

Kondisi kesehatan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam aktivitas belajar anak. Gangguan kesehatan yang diketahui lebih awal dapat memperoleh perhatian lebih cepat sehingga tidak dibiarkan tanpa pemantauan.

Di sisi lain, pemeriksaan kesehatan juga dapat menjadi sarana edukasi bagi peserta didik. Anak perlu dibiasakan memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, merawat kesehatan gigi dan mulut, memperhatikan kesehatan mata, menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala.

Bagi orang tua, hasil CKG dapat menjadi pengingat untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan anak. Jika tenaga kesehatan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, langkah tersebut perlu diperhatikan agar kondisi anak dapat dipantau sesuai kebutuhannya.

Puskesmas Bayah memandang upaya menjaga kesehatan sejak usia sekolah sebagai bagian dari langkah preventif. Semakin dini kondisi kesehatan diketahui, semakin jelas pula langkah yang dapat dilakukan apabila diperlukan pelayanan lanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat membangun Lebak Ruhay, di mana kesehatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kualitas kehidupan.

Anak-anak yang kesehatannya terpantau diharapkan dapat menjalani proses pendidikan dan tumbuh kembang dengan lebih baik.

Karena itu, CKG tidak semestinya dipandang sebagai pemeriksaan sekali selesai. Hasil pemeriksaan perlu dipahami, dipantau dan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing peserta didik agar manfaat deteksi dini dapat dirasakan secara berkelanjutan. (*/Sahrul).

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien