Musa Weliansyah Siap Hadang Intimidasi, Dukung Pengusaha Lebak Bangkit dan Mandiri
LEBAK– Anggota DPRD Provinsi Banten, Musa Weliansyah, menyatakan sikap tegas mendukung penuh tumbuhnya dunia usaha di Kabupaten Lebak.
Ia menegaskan siap berada di garis depan untuk melawan segala bentuk intimidasi yang dialami pengusaha lokal saat ingin membangun usaha, khususnya di sektor jasa konstruksi.
Pernyataan itu disampaikan Musa pada Rabu, 8 Juli 2025, menanggapi kekhawatiran sejumlah pengusaha yang merasa terhambat dalam mengembangkan investasi akibat tekanan dari oknum-oknum tertentu.
“Saya sering mendengar keluhan, bahwa membuka usaha di bidang kontruksi seperti hotmix atau beton harus seizin pihak-pihak tertentu. Ini menciptakan rasa takut. Kalau sudah begini, tentu akan menghambat semangat berinvestasi,” ujar Musa kepada Fakta Banten, Rabu (9/7/2025).
Ia menilai praktik intimidasi seperti itu tak boleh dibiarkan karena merugikan daerah secara luas. Dalam pandangannya, iklim usaha yang sehat harus didukung oleh kepastian hukum dan keberpihakan kepada pelaku usaha yang ingin berkontribusi membangun daerah.

“Kalau ada yang berani mengintimidasi pengusaha lokal, saya akan berdiri paling depan. Kita tidak boleh takut, dan praktik monopoli harus kita lawan bersama,” tegasnya.
Musa pun mendorong para pengusaha muda di Lebak untuk tidak ragu mengembangkan bisnis di kampung halamannya. Ia percaya, potensi daerah akan berkembang pesat jika pelaku usaha diberi ruang yang adil dan bebas dari tekanan.
“Ayo, anak-anak muda Lebak harus berani bangkit. Buka usaha di bidang yang kamu kuasai, terutama sektor konstruksi yang masih sangat potensial. Kita jaga bersama agar Lebak kondusif dan bersih dari praktik-praktik tak sehat,” katanya.
Lebih lanjut, Musa mengingatkan pentingnya memastikan semangat pemerataan dan antikorupsi sebagaimana visi-misi Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah.
“Banten punya visi ‘Maju, Adil, Merata, dan Bebas dari Korupsi’. Saya dukung sepenuhnya visi itu, tapi juga saya ingatkan agar pengusaha di Lebak benar-benar ikut merasakan keadilannya. Jangan hanya slogan,” tuturnya.
Pernyataan Musa mendapat sambutan hangat dari sejumlah pelaku usaha yang selama ini merasa kurang mendapatkan keberpihakan.
Harapannya, semangat melawan intimidasi ini bisa menjadi titik balik bagi Lebak untuk membuka ruang investasi yang lebih luas, bersih, dan berpihak pada kemajuan daerah. (*/Sahrul).


