Wisata Anyer

Tahun 2024 Capai 30 Kasus, Dinkes Lebak Bakal Gencarkan Program Tekan AKI

 

LEBAK– Pemerintah Kabupaten Lebak terus meningkatkan upaya untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) akibat kehamilan dan proses persalinan.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, pada tahun 2024 tercatat 30 kasus AKI, naik satu kasus dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan 29 kasus.

“Jumlah kematian ibu pada tahun 2024 mencapai 30 kasus, sementara angka kematian bayi (AKB) justru mengalami penurunan menjadi 276 kasus dibandingkan dengan tahun sebelumnya,” kata Kasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta Gizi Dinkes Lebak, Lela Nurlelasari, Sabtu (18/1/2025).

Menurutnya, peningkatan AKI ini menjadi perhatian serius Dinkes Lebak, yang terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan untuk ibu hamil dan proses persalinan.

Salah satu langkah strategis adalah membangun kerja sama dengan paraji desa guna meningkatkan kualitas layanan di tingkat desa.

“Kerja sama ini bertujuan agar masyarakat di pedesaan mendapatkan akses pelayanan persalinan yang lebih baik dan aman,” ujarnya.

Lela menambahkan, pihaknya berupaya memastikan bahwa setiap layanan kesehatan dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Tim medis akan memberikan pelayanan maksimal sesuai dengan kapasitas yang ada,” tegasnya.

Sementara Itu, Plt Kepala Dinkes Lebak, Budhi Mulyanto menjelaskan bahwa untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, pihaknya terus memperluas akses layanan kesehatan.

Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan status Puskesmas biasa menjadi Puskesmas yang memiliki fasilitas perawatan.

“Dengan adanya Puskesmas berfasilitas perawatan, pelayanan kesehatan, khususnya untuk ibu hamil, dapat lebih dekat dan cepat diakses masyarakat desa,” katanya.

Budhi juga menegaskan pentingnya pendataan awal terhadap ibu hamil untuk mengidentifikasi potensi risiko.

“Kami menginstruksikan petugas Puskesmas agar aktif mendata ibu hamil sejak awal. Bidan desa juga diminta tetap berada di wilayah tugas mereka untuk memantau secara berkala ibu hamil yang berisiko tinggi,” tutupnya.

“Melalui berbagai upaya ini, kami optimistis dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor kesehatan,” timpalnya. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien