Wisata Anyer

Tahun 2026 Lebak Jadi Kloter Mandiri, 745 Jemaah Berangkat Satu Barisan, Tak Lagi Gabung Daerah Lain

 

LEBAK – Keputusan berbeda diambil pada musim haji 2026. Kabupaten Lebak memastikan seluruh jemaahnya berangkat dalam formasi kloter mandiri tanpa menumpang ke daerah lain seperti tahun-tahun sebelumnya.

Skema ini dinilai memberi kendali lebih kuat terhadap pelayanan, kekompakan rombongan, hingga pengawasan sejak keberangkatan hingga di Tanah Suci.

Sebanyak 745 calon jemaah haji asal Lebak telah terdata siap berangkat. Mereka akan diberangkatkan dalam dua gelombang penerbangan, namun tetap dalam satu identitas kloter asal daerah.

Kepala Kantor Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussakdiah menyampaikan bahwa tahun ini menjadi momentum penting bagi Lebak untuk berdiri mandiri dalam penyelenggaraan haji.

“Seluruh jemaah kita tidak digabung dengan daerah lain. Semua berangkat dalam kloter Lebak,” ujarnya kepada Fakta Banten, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, sistem kloter mandiri memberi sejumlah keuntungan. Selain memudahkan koordinasi antarpetugas dan jemaah, pendekatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan selama menjalani rangkaian ibadah.

Dari proses manasik, keberangkatan, hingga kepulangan, seluruh jemaah berada dalam satu manajemen yang sama.

Meski demikian, dalam praktik operasional penerbangan, terdapat penyesuaian teknis. Sebanyak 24 calon jemaah dari Kabupaten Serang akan bergabung dalam rombongan Lebak untuk memenuhi kapasitas kursi pesawat.

Langkah ini disebut sebagai hal lazim dalam sistem pemberangkatan haji nasional dan tidak memengaruhi status kloter mandiri Lebak.

Dari sisi kesiapan, seluruh tahapan telah dilalui para jemaah, mulai dari administrasi, manasik, hingga pemeriksaan kesehatan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus memperkuat koordinasi agar proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar.

Di tengah itu, dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian publik. Eskalasi politik yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir memunculkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga jemaah di tanah air.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini situasi penyelenggaraan ibadah haji tetap dalam kendali otoritas terkait dan tidak mengganggu jalur penerbangan maupun agenda ibadah.

“Kementrian memastikan tidak ada perubahan dan tidak terdampak sama sekali, kita tetap berangkat,” terangnya.

Koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi dan pihak internasional terus dilakukan guna memastikan keamanan serta kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Dengan pola kloter mandiri ini, Lebak tidak hanya mengirim jemaah ke Tanah Suci, tetapi juga menunjukkan kesiapan daerah dalam mengelola penyelenggaraan haji secara lebih mandiri dan terstruktur.

Harapannya, seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, kembali ke tanah air dalam kondisi sehat, serta membawa pulang predikat haji mabrur. (*/Sahrul).

Prokopim HUT Cilegon
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien