Tanamkan Kebiasaan Menabung Sejak Dini, Mahasiswa KKM 87 UNIBA Gelar Edukasi Literasi Keuangan di SDN 2 Bojongcae
LEBAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 87 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menggelar program pengabdian masyarakat berfokus pada edukasi literasi keuangan di SDN 2 Bojongcae, Desa Bojongcae, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak (29/7/2026).
Program di bidang pemberdayaan ekonomi ini dirancang untuk mengenalkan pentingnya pengelolaan uang sejak usia dini kepada siswa sekolah dasar.
Kegiatan ini didasari oleh pentingnya pembentukan karakter serta pemahaman dasar finansial anak.
Pada jenjang sekolah dasar, anak-anak berada dalam fase perkembangan kognitif yang ideal untuk memahami konsep sederhana seperti perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, pengeluaran harian, hingga manfaat menabung.
Edukasi ini menjadi langkah awal yang strategis untuk menumbuhkan kesadaran finansial mereka sejak kecil.
Penyampaian materi difokuskan pada siswa kelas 3 dengan pendekatan yang interaktif, komunikatif, dan partisipatif.
Mahasiswa KKM menyampaikan materi lewat diskusi ringan, tanya jawab, serta contoh konkret dari kehidupan sehari-hari—salah satunya kebiasaan menyisihkan sebagian uang jajan.
Guna memberikan gambaran nyata, para mahasiswa mengadakan simulasi sederhana. Siswa diajak memahami bahwa menyisihkan uang kecil secara rutin, seperti Rp1.000 hingga Rp2.000 setiap hari, akan terakumulasi menjadi jumlah yang signifikan jika dilakukan secara konsisten.
Melalui simulasi ini, anak-anak belajar secara langsung tentang pentingnya kedisiplinan dan rasa sabar dalam proses menabung.
Tak hanya menyoal teknis menabung, edukasi ini juga menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter.
Para siswa diajak untuk bersikap hemat, menahan diri dari perilaku konsumtif, dan mulai merencanakan tujuan penggunaan uang secara bijak.
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini. Para guru mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKM UNIBA yang turut memperkaya materi pembelajaran di kelas, mengingat literasi keuangan dasar masih relatif jarang diajarkan secara terstruktur di tingkat sekolah dasar.
Bagi mahasiswa, program ini menjadi wadah konkret dalam mengimplementasikan ilmu perkuliahan—khususnya pada aspek komunikasi publik, pendidikan dasar, dan pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pengajar, melainkan juga sebagai agen perubahan yang memberikan dampak nyata di lingkungan masyarakat.
Secara keseluruhan, edukasi literasi keuangan di SDN 2 Bojongcae berjalan dengan lancar dan interaktif.
Diharapkan kebiasaan baik ini dapat terus diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kelak terbentuk generasi yang mandiri, disiplin, dan bijaksana dalam mengelola keuangan.***

