Wisata Anyer

Warga Cigemblong Lebak Protes Banjir Terus Berulang, Desak Pemerintah Bangun Tanggul Permanen di Sungai Cipeucangpari

LEBAK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, pada Jumat (15/5/2026), kembali memicu meluapnya aliran Sungai Cipeucangpari hingga merendam permukiman warga di Kampung Ledok, Desa Cigemblong.

Luapan air sungai terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam. Air dengan cepat masuk ke rumah-rumah warga yang berada di bantaran sungai, terutama permukiman yang lokasinya lebih rendah dari aliran air.

Salah seorang warga Kampung Ledok, Rudaya, mengatakan banjir akibat luapan Sungai Cipeucangpari bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, warga sudah berulang kali menghadapi kondisi serupa setiap musim hujan tiba.

“Rumah yang dekat dengan sungai hampir selalu kebanjiran kalau hujan deras turun. Air sungai cepat sekali masuk ke rumah,” ujarnya kepada Fakta Banten, Minggu (17/5/2026).

Ia menuturkan, masyarakat setempat sebenarnya telah beberapa kali melakukan perbaikan tanggul secara swadaya menggunakan bambu dan kayu seadanya.

Namun upaya tersebut belum mampu menahan derasnya debit air sungai ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Warga pernah bergotong royong membuat penahan sederhana, tapi tidak kuat menahan arus air,” katanya.

Selain merendam rumah warga, luapan Sungai Cipeucangpari juga berdampak terhadap area persawahan milik masyarakat yang baru beberapa hari ditanami padi.

Sekretaris Desa Cigemblong, Bagus Arifin, menjelaskan kondisi geografis permukiman warga yang lebih rendah dari permukaan sungai menjadi salah satu penyebab banjir mudah terjadi saat debit air meningkat.

“Posisi rumah warga memang lebih rendah dari aliran sungai sehingga saat air naik langsung meluap ke permukiman,” ujarnya.

Menurut Bagus, pemerintah desa bersama masyarakat sebenarnya rutin melakukan penanganan sementara dengan memperkuat tanggul secara gotong royong.

Namun kondisi tanggul darurat tersebut belum cukup kuat menghadapi derasnya aliran sungai saat hujan besar.

Ia berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Banten dapat membantu pembangunan tanggul permanen agar banjir tidak terus berulang setiap musim penghujan.

“Kalau dibuat bronjong sebenarnya bisa lebih kuat menahan air supaya tidak mudah meluap,” katanya.

Bagus menilai material batu untuk pembangunan bronjong cukup tersedia di sekitar aliran sungai sehingga proses penanganan dinilai memungkinkan untuk dilakukan.

Warga berharap adanya langkah penanganan permanen dari pemerintah karena banjir yang terus berulang dikhawatirkan semakin merusak permukiman maupun lahan pertanian masyarakat di sekitar bantaran Sungai Cipeucangpari. (*/Sahrul)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien