Biksu Garis Keras di Myanmar Bubarkan Acara Maulid Nabi

CILEGON, FB – Kelompok garis keras biksu Buddha di Yangon, Myanmar, menghentikan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Minggu kemarin. Sekretaris Organisasi Ulama Islam Myanmar, Kyaw Nyein, mengatakan, situasi ini semakin menyulutkan Islamofobia.

“Ini mencederai kebebasan beragama,” kata Nyein, seperti dikutip situs Channel News Asia, Senin 9 Januari 2017. Menurutnya, para biksu mencoba untuk membubarkan acara tanpa menjelaskan maksud dan tujuannya. “Saya heran mengapa aparat yang berwajib tidak bertindak?” ungkapnya.

Seperti diketahui, ada sejumlah aparat kepolisian di lokasi kejadian tetapi tidak melakukan tindakan apa pun. Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menjelaskan kronologis singkat.

Sebelumnya, belasan biksu menyerukan agar kelompok Muslim menghentikan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kemudian, mereka merangsek masuk ke tengah-tengah acara keagamaan Islam itu dan melakukan pembubaran paksa.

Adapun, Wakil Ketua Panitia Maulid, Tin Maung Win, menambahkan, kelompok nasionalis Buddha itu berusaha melawan keputusan pemerintah yang kini didukung tokoh sipil Aung San Suu Kyi. Win menilai, kelompok garis keras Buddha tersebut merupakan simpatisan Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan (USDP) yang didukung pihak militer.

“Bagi mereka (kelompok ekstremis) pemerintah dinilai terlalu lunak terhadap kaum Muslim Myanmar. Inilah yang menyulut Islamofobia,” tutur Win. Ia juga mengaku bukan kali ini saja menyelenggarakan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Win mengatakan sudah selama tujuh tahun berturut-turut pihaknya menggelar Maulid namun tidak pernah mengalami ribut atau pun konflik dengan siapa pun. “Tapi sekarang terjadi. Ada kepentingan politik di balik (aksi pembubaran) ini,” kata Win.(*)

Sumber: viva.co.id