Wisata Anyer

Catat Rekor Tertinggi, 126 Ribu Jemaah Haji Indonesia Bayar Dam/Hadyu Melalui Lembaga Resmi

MAKKAH – Pembayaran Dam atau denda haji tamattu melalui jalur resmi mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, sebanyak 126.832 jemaah membayar hadyu atau hewan kurban tahun ini, jumlah tersebut naik drastis dari sebelumnya yang hanya sekitar 10 ribu.

Dahnil menyebut, lonjakan ini sebagai hasil dari tata kelola yang lebih tertib dan sistem digital yang membuat proses lebih transparan.

Bahkan, sistem ini membuat praktik pembayaran ilegal yang merugikan ekosistem haji kini tak lagi ditemukan.

“Jadi total dam yang dibayarkan oleh jamaah haji kita itu 126.832 hadyu, melonjak secara tertib dengan baik dari yang dulunya hanya terdata 10 ribu,” ujarnya di Makkah, Jumat (22/5/2026).

Dari total tersebut, 90.956 jemaah memilih penyembelihan di Tanah Suci, sementara 32.691 jemaah memotong hewan kurban di Indonesia melalui lembaga resmi di daerah masing-masing.

Sisanya, sebanyak 3.195 jemaah memilih mengganti dam dengan puasa, dan 1.076 jemaah berstatus haji ifrad.

Pihaknya memastikan jemaah yang menyembelih di Tanah Air tetap memiliki kewenangan penuh untuk memilih lembaga penyalur sesuai kepercayaan mereka.

Adapun proses penyembelihan di Tanah Suci dijadwalkan mulai Rabu, 10 Dzulhijjah 1447 H atau bertepatan dengan tanggal 27 Mei 2026.

Melalui integrasi dengan aplikasi Nusuk, kata dia, jemaah akan menerima notifikasi otomatis saat pembayaran dan pemotongan hewan kurban selesai dilakukan.

“Dari notifikasi ketika jamaah membayar, di HP para jemaah di aplikasi Nusuknya nanti kelihatan bahwasanya hewan kurban mereka sudah dibayarkan dan dipotong,” jelas Dahnil.

Sistem ini dirancang untuk menghilangkan kekhawatiran jamaah soal status pelaksanaan dam mereka. Data pencatatan juga terbuka sehingga akuntabilitas lebih terjaga.

Selain aspek teknis, keberhasilan tahun ini juga ditandai dengan arah penyaluran daging kurban yang menyentuh isu kemanusiaan global.

Mayoritas daging dam akan dikemas dan didistribusikan ke wilayah konflik, khususnya untuk Palestina.

Langkah ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaat kurban jemaah Indonesia dapat meringankan beban warga yang terdampak penjajahan.

“Kami meminta supaya daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina, sesuai dengan permintaan dari Presiden Pak Prabowo Subianto,” kata Dahnil.

Kesepakatan distribusi telah dirampungkan Kemenhaj bersama Adahi dan pemerintah Arab Saudi.

Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk kontribusi Indonesia dalam misi kemanusiaan dan peradaban global melalui penyelenggaraan haji. (*/Red/MCH-2026)

Kominfo Pandeglang Harkitnas
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien