Cerita Petugas Pos Layanan Masjid Nabawi: Bantu Nenek 80 Tahun Lupa Hotel, Sediakan Sandal Cadangan Agar Kaki Tak Melepuh
MADINAH — Panas 40 derajat tak menyurutkan semangat petugas dalam melayani jemaah.
Khususnya petugas di Pos 1 Seksus Nabawi di Pintu 336 Masjid Nabawi.
Dari sekian kasus, lupa jalan pulang jadi keluhan utama. Bahkan ada nenek usia 80-an yang terpisah rombongan dan kebingungan mencari hotel, hingga akhirnya ditolong petugas.
Pos 1 di Pintu 336 sendiri, merupakan satu dari lima pos Seksus Nabawi yang siaga 24 jam.
Di sektor ini, disiagakan petugas pada 5 pos untuk melayani jemaah.
“Yang pertama pos 1 di pintu 336 di belakang kita ini,” kata Kepala Seksus Nabawi Muhammad Thoriq kepada Media Center Haji, Sabtu (9/5/2026).
Petugas di pos terdiri dari lintas tugas pokok dan fungsi, seperti perlindungan jemaah haji (tusi linjam), tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (PKP3JH), hingga lansia-disabilitas.
Para petugas dituntut untuk multitasking, dan menjalin kerjasama dengan baik.
“Siapapun yang berada di situ, semuanya sama-sama melayani jemaah, apakah jemaah tersebut lansia, disabilitas, dan sebagainya,” ujar Thoriq.
Thoriq menceritakan, siang itu, seorang nenek berumur sekitar 80 tahun datang ke Pos 336 dengan wajah panik.
Sang nenek baru dari ibadah di Masjid Nabawi, tapi lupa arah pulang ke hotel.
Gelang identitas ada, tapi nenek itu tak ingat nama hotelnya. Petugas langsung menenangkan, memberinya air zamzam, lalu menghubungi bagian akomodasi untuk melacak hotel berdasarkan data gelang.
“Ya persoalannya antara lain lupa jalan pulang, itu pasti ya. Kemudian terpisah dari rombongan,” kata Thoriq.
Kasus seperti nenek itu bukan satu-dua, melainkan sering terjadi.
Saat pendorongan dari hotel-hotel di Madinah untuk menuju ke Makkah, masih ada juga jemaah yang nekat ke Masjid Nabawi lalu lupa jalan.
“Nah, ini yang menjadi problem sebenarnya, tetapi sejauh ini persoalan tersebut sangat minimalis,” ujarnya.
Selain lupa jalan, masalah sepele tapi berdampak besar juga sering terjadi, yakni lupa menaruh sandal.
“Sehingga kita di setiap pos-pos selalu menyediakan sandal cadangan untuk para jemaah supaya kaki mereka tidak melepuh,” jelas Thoriq.
Bagi lansia seperti nenek tadi, kaki melepuh bisa jadi bencana, yang kemudian akan merugikan mereka ketika akan melaksanakan ibadah utama haji, yaitu di Armuzna nanti.
Karena itu, stok sandal cadangan di Pos 336 dipastikan tidak boleh kosong.
Setelah 20 menit, hotel nenek itu ketemu. Petugas mengantar sampai lobi dan menyerahkannya ke ketua kloter.
Sebelum pergi, nenek itu menggenggam tangan petugas sambil berdoa lirih.
Thoriq mengingatkan, Armuzna butuh fisik prima. Bagi siapapun jemaah haji, harus menyiapkan stamina prima, terkhusus bagi lansia, perlu perhatian lebih.
“Himbauan kami adalah agar para jemaah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, jaga kesehatan, dan tidak memporsir tenaga berlebihan,” pesannya. (*/Red/MCH-2026)

