Wisata Anyer

Ada 5 Pos Layanan Petugas Haji Indonesia di Masjid Nabawi, Siaga Antisipasi Jemaah Tersasar Saat Jadwal Pendorongan

MADINAH — Sektor Khusus Nabawi menyiagakan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada lima pos layanan yang berlokasi di pelataran Masjid Nabawi.

Adapun lokasi lima pos pelayanan di halaman Masjid Nabawi ini, yaitu pos 1 berada di dekat pintu gerbang nomor 336.

Kemudian untuk pos 2 di dekat pintu 328, lalu di pintu 310 untuk pos 3, selanjutnya pos 4 di pintu 365, dan terakhir pos 5 di pintu 360.

Keberadaan petugas yang tersebar di lima pos ini untuk memaksimalkan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia ketika berada di Masjid Nabawi.

Kepala Sektor Khusus Nabawi Muhammad Thoriq menyebut, saat ini masalah jemaah tersasar dan terpisah dari rombongan sudah mulai berkurang.

Namun saat ini, petugas masih mewaspadai jemaah yang nekat ke Masjid Nabawi saat memasuki jadwal pendorongan ke Makkah.

Pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel-hotel di Madinah menuju Makkah sudah diatur waktunya, mulai dari persiapan hingga keberangkatan.

“Ada hal yang masih diwaspadai yakni jemaah yang saat pendorongan masih ada yang nekat ke Masjid Nabawi. Kemudian setelah itu mereka lupa jalan pulang. Permasalahan ini juga jadi keluhan yang paling sering ditemui oleh petugas Seksus Nabawi,” ungkap Thoriq kepada Media Center Haji, Sabtu (9/5/2026).

Karena itu, keberadaan petugas di sekitaran Masjid Nabawi untuk mengantisipasi adanya jemaah yang tercecer saat jadwal pendorongan.

“Nah, ini yang menjadi problem sebenarnya, tetapi sejauh ini persoalan tersebut sangat minimalis,” ujarnya.

Seksus Nabawi juga mengantisipasi adanya jemaah yang terlupa menaruh sandal, sehingga berpotensi menyebabkan kaki Melepuh karena panas.

Maka itu, setiap pos petugas di Masjid Nabawi menyiapkan sandal cadangan, yang akan diberikan petugas kepada jemaah.

“Kita di setiap pos-pos selalu menyediakan sandal cadangan untuk para jemaah supaya kaki mereka tidak melepuh, yang kemudian akan merugikan mereka ketika akan melaksanakan ibadah utama haji, yaitu di Armuzna nanti,” kata Thoriq.

Menjelang kedatangan jemaah haji gelombang usai Armuzna, Thoriq menyebut tidak ada perbedaan karakteristik khusus dengan kedatangan jemaah gelombang I. Demikian dengan permasalahannya.

“Permasalahannya juga pasti sama, yaitu antara lain lupa jalan pulang, terpisah rombongan, kemudian lupa menaruh sandal, barang-barang yang tercecer, dan sebagainya,” ujarnya.

Ia mengimbau jemaah yang masih di Madinah mempersiapkan diri jelang pendorongan ke Makkah.

Jemaah diimbau agar menjaga kesehatan, dan tidak memporsir tenaga berlebihan.

“Karena ibadah pokok nanti di Armuzna itu sangat membutuhkan kekuatan fisik dan kesehatan yang prima,” tutup Thoriq.

Diketahui, petugas jaga yang stanby pada tiap-tiap pos Masjid Nabawi berasal dari unsur lintas tugas fungsi (Tusi) layanan.

Petugas terdiri dari tusi perlindungan jemaah (linjam), lansia dan disabilitas (Landis), dan juga tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Pada Jemaah Haji (PKP3JH).

Semua petugas, kata dia, menerapkan prinsip multitasking.

“Bagi siapapun yang berada di lokasi pos, apakah tusi linjam, tusi PKP3JH, maupun tusi landis, semuanya sama-sama melayani jemaah,” pungkasnya. (*/Red/MCH-2026)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien