Wisata Anyer

Ekosistem Ekonomi Haji Sukses, Keuntungan Area Komersial Hotel Siap Pangkas BPIH 2027

BOGOR — Langkah pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi haji mulai membuahkan hasil nyata. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memastikan nilai manfaat dari optimalisasi area komersial hotel jemaah di Arab Saudi akan dialokasikan untuk menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 H/2027 M.

Dana segar ini merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PEEHU) Kemenhaj dengan BPKH Limited sepanjang musim haji 1447 H/2026 M.

Direktur Jenderal PEEHU Kemenhaj, Jaenal Effendi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima porsi 60 persen dari total nilai manfaat tersebut.

“Kesuksesan penyelenggaraan haji 1447 H harus diikuti dengan langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi beban biaya yang ditanggung jemaah pada musim haji berikutnya,” tegas Jaenal dalam agenda sinergi kolaboratif di Bogor, Rabu (24/6/2026).

Pendapatan Melejit di Tengah Efisiensi Lahan

Direktur Utama BPKH Limited, Sidiq Haryono, mengungkapkan fakta menarik: pendapatan dari penyewaan tenant justru melonjak 23,32 persen dibandingkan musim lalu, meskipun jumlah unit usaha menyusut.

Musim Haji 2025: 86 unit ruang usaha.

Musim Haji 2026: 62 unit ruang usaha (dengan 45 tenant aktif).

Sektor kuliner masih menjadi primadona penyumbang pendapatan terbesar. Dua merek lokal, Warung Madura Bunda Risma dan Spesial Soto Boyolali (SSB), tercatat sebagai tenant dengan jumlah pelanggan tertinggi. Selain makanan, ekosistem ini juga mulai merambah ke lini jasa kargo, branding, hingga laundry.

Efisiensi BPIH Tembus 457 Ribu Riyal

Berkat strategi optimalisasi ini, efisiensi BPIH yang berhasil dikantongi mencapai 457.151,30 SAR (Riyal Arab Saudi), tumbuh 10,36 persen dari capaian tahun 2025 yang berada di angka 414.250,44 SAR.

Capaian ini menjadi salah satu bukti keberhasilan pilar Tri Sukses Haji bentukan Kemenhaj.

Ke depan, Kemenhaj bersama BPKH Limited berencana melakukan diversifikasi usaha yang lebih luas ke sektor akomodasi utama, transportasi, hingga layanan konsumsi makro.

Perkuat Investasi Syariah Berkelanjutan

Di sisi lain, Deputi Investasi Langsung dan Investasi Lainnya BPKH, Anas, menegaskan komitmennya untuk terus menggenjot investasi dana haji berbasis syariah.

“BPKH akan terus mengoptimalkan berbagai potensi investasi yang memberikan manfaat langsung bagi jemaah, termasuk pada sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga telekomunikasi,” pungkas Anas.

Melalui sinergi segitiga antara Kemenhaj, BPKH, dan BPKH Limited, ekosistem ekonomi haji diharapkan tidak hanya mendongkrak kualitas pelayanan di Tanah Suci, tetapi juga menjadi instrumen utama dalam menjaga keterjangkauan biaya haji di masa depan.***

PT PCM HUT Bhayangkara
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien